History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gempa Turki, MOFA: Bekerja Sama Dengan NGO Menggalang Bantuan Kemanusiaan

  • 08 February, 2023
  • 尤繼富
Gempa Turki, MOFA: Bekerja Sama Dengan NGO Menggalang Bantuan Kemanusiaan
Gempa Turki, MOFA Bekerja Sama Dengan NGO Menggalang Bantuan Kemanusiaan

(Taiwan, ROC) --- Turki dilanda gempa kuat bermagnitudo 7,8 SR pada Senin dini hari waktu setempat (6/2). Taiwan juga adalah salah satu negara di dunia yang akhirnya mengirimkan bantuan ke Turki. Otoritas Taiwan mengirimkan tim SAR yang terbagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama telah berangkat ke Turki pada Senin malam (6/2), kemudian disusul dengan gelombang kedua pada Selasa keesokan harinya (7/2). Jumlah tim SAR Taiwan yang diberangkatkan ke Turki mencapai 130 orang, serta dilengkapi 5 anjing pelacak dan sarana evakuasi dengan berat mencapai 12 ton. Untuk membantu proses penanggulangan bencana, pemerintah Republik Tiongkok tidak hanya mengirimkan tim evakuasi mereka, melainkan juga telah meningkatkan jumlah donasi, dari yang semula US$ 200.000 menjadi US$ 2 juta.

Pada saat yang sama, pemerintah juga telah membuka rekening yang memungkinkan seluruh masyarakat menyalurkan sumbangan mereka kepada korban gempa. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Jeff Y.J. Liu (劉永健) mengatakan, “Kami membuka rekening donasi, sehingga akan memudahkan warga Taiwan yang hendak menyalurkan sumbangan mereka. Kami akan bekerja sama dengan NGO, baik di dalam maupun luar negeri, untuk menyediakan perbekalan memenuhi kebutuhan sehari-hari warga setempat. Nantinya, MOFA akan menjelaskan perihal pemanfaatan donasi ini kepada dunia luar, jika waktunya sudah tiba.” 

Namun, gelombang pertama tim SAR Taiwan yang sudah berangkat semenjak Senin kemarin (6/2), akan sedikit terlambat untuk bisa tiba di lokasi kejadian. Hal ini dikarenakan, situasi lalu lintas yang padat dan beberapa ruas jalan yang terputus atau rusak parah. Biro Pemadam Kebakaran memperkirakan, seluruh anggota tim akan tiba di lokasi, secepat-cepatnya pada Rabu sore waktu setempat (8/2).

Hari ini (8/2), dalam sebuah wawancara, Menteri Dalam Negeri (MOI), Lin Yu-chang (林右昌) menerangkan, dibutuhkan waktu 2 kali lebih lama bagi tim SAR Taiwan untuk dapat melakukan aksi penyelamatan. Ketika ditanya perihal berapa lama tim SAR Taiwan berada di Turki, Menteri Lin Yu-chang menerangkan, semuanya tergantung dengan kondisi di lapangan. Dirinya juga akan mengupayakan yang terbaik untuk membantu warga Turki dalam melewati masa-masa sulit ini.

Lin Yu-chang menerangkan, mulanya seluruh tim SAR hendak diberangkatkan secara bersamaan dalam waktu yang sama dengan menggunakan pesawat khusus, termasuk 130 personil dan anjing pelacak. Namun, karena prosedur pengajuan hak navigasi yang harus melibatkan lebih dari puluhan “Wilayah Informasi Penerbangan”, belum lagi dengan waktu pendaftaran yang bisa memakan waktu hingga 1 minggu, maka otoritas berwenang akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan maskapai Turkish Airlines.

Keputusan tersebut juga diambil karena mengingat waktu penyelamatan yang sangat mendesak. Setelah berdiskusi dengan Ditjen Pemadam Kebakaran, maka 40 personil berhasil diberangkatkan terlebih dahulu. Lin Yu-chang melanjutkan, keberangkatan dari gelombang kedua tim SAR Taiwan dibarengi 2 ekor anjing penyelamat. Prosedur keberangkatan juga disetarakan dengan yang sebelumnya, yakni menempatkan personil tim SAR di kelas bisnis, untuk kemudian terbang ke lokasi terdampak bencana.

MOI kembali mengimbau kepada seluruh warga Taiwan yang bermukim di dekat lokasi bencana di Turki untuk tetap waspada. Selain itu, para pebisnis Taiwan yang tengah berada di Turki, juga diminta untuk lebih hati-hati, serta senantiasa menjaga keselamatan diri sendiri dan memperhatikan kemungkinan terjadinya gempa susulan. Jika ada warga Taiwan di Turki yang membutuhkan bantuan darurat, maka bisa menghubungi nomor kontak Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Turki.

Komentar

Terbarumore