History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tim Nasional UAV Serah Terima Produk Kolaborasi Non-“Rantai Pasokan Daratan Tiongkok”

  • 07 February, 2023
  • 陳柏萇
Tim Nasional UAV Serah Terima Produk Kolaborasi Non-“Rantai Pasokan Daratan Tiongkok”
Tim Nasional UAV Serah Terima Produk Kolaborasi Non-“Rantai Pasokan Daratan Tiongkok”

(Taiwan, ROC) – Guna mengantisipasi ancaman musuh dan membangun pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) berkelas nasional berdaya tempur asimetris, Kementerian Pertahanan dan Keamanan (MND) melalui program kolaborasi antara instansi militer dan sipil, menjalin rantai jaringan dengan National Chung-Shan Institute of Science & Technology (NCSIST) serta kemampuan industri manufaktur lokal, membentuk Tim Nasional UAV.

Kepala Aeronautical Systems Research Division NCSIST, Chi Li-pin pada hari Selasa tanggal 7 Februari dalam jumpa pers yang digelar oleh MND menyampaikan bahwa program yang dicanangkan tersebut akan mengusung 5 jenis pesawat tanpa awak untuk kebutuhan militer komersial, dengan meminta bantuan dari pihak pelaku industri manufaktur lokal, dibantu oleh pihak NCSIST, dijalankan oleh pihak instansi kemiliteran dalam melakukan ujicoba dan juga tugas pelatihan terkait lainnya.

Ini adalah sebuah program yang memadukan daya produk lokal, instansi pendidikan, daya manufaktur, dengan mengintegrasikan dan membuka peluang pengembangan berbagai bidang teknologi terkait lainnya, sehingga mampu mewujudkan prinsip “Teknologi membantu industri manufaktur dalam negeri”, serta mencapai target strategi perlindungan keamanan nasional.

Karena pesawat tanpa awak dan juga perangkat lunak lainnya termasuk dalam bagian yang sangat sensitif, Chi Li-pin menegaskan bahwa semua pihak yang berpartisipasi di dalam program tersebut akan melalui tahapan penyeleksian yang sangat ketat, guna benar-benar mampu menghindari adanya penyusupan rantai pasokan asal Daratan Tiongkok.

Chi Li-pin mengatakan, “Kali ini, pihak produsen UAV militer komersial yang kami pilih, telah memberikan paparan kapasitas publik dan swasta, dan kami juga akan melakukan peninjauan akan latar belakang mereka. Bagian poin terpenting yang harus diperhatikan adalah kita harus memblokir penyusupan rantai pasokan Daratan Tiongkok, untuk bidang advokasi dan petugas bidang informatika, kita juga akan melakukan peninjauan dan pemeriksaan secara ketat akan asal sumber teknologi yang dipergunakannya.”

Karena sempat timbul kontroversi berkenaan dengan penggunaan komponen buatan Dartaan Tiongkok pada pesawat tanpa awak jenis Thunder Tiger, pada saat pelepasan kembang api dalam perayaan Hari Nasional ROC pada tahun lalu di National Palace Museum Cabang Selatan, Chi Li-pin juga memberikan klarifikasi lebih lanjut bahwa usai dilakukan pemeriksaan oleh tim investigasi yang dibentuk saat itu, tidak ditemukan adanya komponen buatan asal Daratan Tiongkok. Namun mungkin dikarenakan pelaku usaha hendak mengurangi modal biaya, sehingga menggunakan perangkat lunak yang biasa ditemukan dan dipergunakan dalam pasar internasional, sehingga telah menimbulkan kesalahpahaman pihak publik.

Chi Li-pin menekankan bahwa perangkat lunak untuk UAV militer komersial yang kini tengah direncanakan tersebut, harus dikembangkan oleh pihak National Chung-Shan Institute of Science & Technology (NCSIST), dan tidak akan menggunakan perangkat lunak dan alat eksternal yang tersedia sedari proses di awal hingga akhir, serta wajib lolos ujian keamanan informasi yang ada. Kepala Bidang Administrasi Persenjataan, Yu Yu-tang (游玉堂) menjelaskan bahwa serah terima produk UAV militer komersial tersebut dijadwalkan dilakukan pada tanggal 31 Juli mendatang, jika lolos uji maka selanjutnya akan memasuki tahapan produk massal pada tahun 2024 mendatang.

Komentar

Terbarumore