History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Stabilitas Perdamaian Laut Taiwan, PM Jepang Fumio Kishida Tegaskan Dukungan Untuk Taiwan

  • 16 January, 2023
  • 曾秀情
Stabilitas Perdamaian Laut Taiwan, PM Jepang Fumio Kishida Tegaskan Dukungan Untuk Taiwan
Stabilitas Perdamaian Laut Taiwan, PM Jepang Fumio Kishida Tegaskan Dukungan Untuk Taiwan

(Taiwan, ROC) -- Selama PM Jepang Fumio Kishida menjabat sejak November 2021, beliau banyak menyerukan dukungannya terhadap Taiwan dalam ajang internasional, termasuk Mei 2022 dalam pertemuan tingkat tinggi Eropa dia menekankan betapa pentingnya stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan, mendukung penyelesaian lintas selat secara damai, pada bulan yang sama dalam pertemuan AS-Jepang turut menyerukan stabilitas perdamaian laut Taiwan yang perlu dijaga, lebih lanjut mengutarakan stabilitas perdamaian laut Taiwan adalah elemen penting yang tidak boleh terabaikan dalam memelihara keamanan dan kemakmuran komunitas internasional. Bulan November, saat bertemu dengan pejabat RRT juga menegaskan pentingnya stabilitas perdamaian Laut Taiwan.

Kemenlu mengatakan, dalam satu pekan ini AS-Jepang untuk kedua kalinya menegaskan dukungannya terhadap perdamaian laut Taiwan. Pertemuan 2+2 dialog AS-Jepang yang baru-baru ini berlangsung yang melibatkan pejabat tinggi diantaranya Menlu AS Antony Blinken, Menhan AS Lloyd Austin, Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menhan Jepang Hamada Yasukazu kembali menegaskan pentingnya stabilitas perdamaian laut Taiwan.

Juru bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan 230116-06, “Taiwan sebagai anggota yang ikut bertanggung jawab terhadap kawasan Indo Pasifik, akan berlanjut memperdalam kerja sama dengan AS, Jepang dan negara-negara yang memiliki pandangan sepaham, membela nilai-nilai universal, kebebasan, demokrasi, HAM dan supremasi hukum, sepakat menjaga keamanan Laut Taiwan dan mempromosikan stabilitas, perdamaian dan kemakmuran kawasan Indo Pasifik.”

Dalam dialog AS-Jepang mengecam strategi kebijakan RRT yang merubah tatanan internasional, beranggapan ini menjadi tantangan terbesar, masih membahas isu-isu terkait Laut Timur, Laut Tiongkok Selatan, Hongkong dan Xinjiang, serta berlanjut mempromosikan pembinaan kemitraan dan mengoptimalkan aliansi kemiliteran untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin serius.

Komentar

Terbarumore