(Taiwan, ROC) – Kementerian Tenaga Kerja (MOL) pagi ini (25) menggalang rapat dewan pemeriksaan gaji pokok nasional dimana 7 anggota dewan dari pengusaha hanya dihadiri oleh 2 orang perwakilan saja. Salah satu diantaranya, wakil presiden Asosiasi Aliansi Pengusaha Taman Industri Khe Chao-chih (柯朝枝) menyampaikan kenaikan gaji pokok dengan skala kecil bisa diterima. Sedangkan anggota dewan Asosiasi Pengusaha Kecil dan Menengah Lin Rong-chan (林榮燦) berpendapat, bila sistem gaji pekerja dalam negeri dan asing dipisahkan, kenaikan gaji pokok dengan skala besar bisa dilakukan tapi kalau tidak dipisahkan maka mereka menolak kenaikan gaji pokok.
Anggota dewan buruh nasional Tan Chiu-ying (譚秋英) salah satu perwakilan dari kalangan buruh menyampaikan, apabila perwakilan dari pihak pengusaha tidak hadir maka sama artinya dengan pelepaskan haknya, ia berharap Kemenaker dapat menentukan kemenangan 2 pihak antara buruh dan pengusaha. Ia mengatakan : Ini adalah hak mereka, mereka merelakan haknya tentu kita tidak bisa berbuat apapun, saya akan tetap berusaha mengarah kepada tujuan kita. Saya percaya Kemenaker dapat menjadi wadah dan jembatan komunikasi antar buruh dan pengusaha, diharapkan dapat tercipta kemenangan bagi 2 pihak.
Dalam pidato pembukaan Menteri Tenaga Kerja Chen Hsiung-wen (陳雄文) menyampaikan, harga barang kebutuhan masyarakat terus naik dan telah menekan kaum buruh, maka memang sudah saatnya dilakukan peninjauan kembali gaji pokok, diharapkan melalui rapat dewan ini dapat menjadi media yang terbuka agar ke-4 pihak dari buruh, pengusaha, cendikiawan dan pemerintah dapat berdialog.