(Taiwan, ROC) – Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) hari ini (25) dalam laporan pengamatan ekonomi Taiwan terbaru menyampaikan, berkat kondisi ekonomi global membaik, kebutuhan domestik dan luar negeri optimis sehingga indikasi industri manufaktur, layanan jasa dan konstruksi bulan Juli tumbuh melesat. Diantaranya untuk industri konstruksi didorong oleh pembangunan infrastruktur, pasca bencana ledakan dan banjir di Kaohsiung mendorong kebutuhan bahan konstruksi, ini adalah perkembangan tertinggi semenjak Maret tahun ini.
Asisten peneliti TIER Liu Pei-cen (劉佩真) menuturkan, perkembangan industri konstruksi di bulan ini paling besar, pendukung utamanya adalah untuk bangunan namun untuk industri properti masih sama lesu seperti sebelumnya sehingga terlihat fenomena satu sisi kuat lain sisi lesu. Ia mengatakan : Untuk bulan ini indikator industri konstruksi menunjukkan kenaikan, karena kekuatan industri bangunan sangat besar. Baik itu di bulan ini atau untuk paruh tahun kedepan, karena didukung oleh 3 faktor pendukung, pertama, konstruksi baru yang lalu sudah memasuki tahap pembangunan awal, kedua, proyek infrastruktur yang ada di tangan kontraktor cukup cepat dan paling penting adalah rekonstruksi infrastruktur bencana ledakan dan banjir di Kaohsiung, perbaikan jalan, rekonstruksi pipa utama serta irigasi sangat mendesak.
Untuk pasaran properti di bulan ini dan paruh tahun kedepan, TIER menilai akan terus melesu, harga tawar menjadi lebih besar. Terhitung dari Januari hingga Juni, volume transaksi berkurang 8,33%, diperkirakan untuk satu tahun ini akan berkurang hingga 10%, struktur transaksi akan menunjukan “volume berkurang harga stabil” sedangkan untuk tahun depan “volume berkurang harga turun”.