(Taiwan, ROC) - Operasi Pusat Layanan Pekerja Migran Terpadu di Taoyuan resmi diluncurkan dan menyambut kedatangan 60 pekerja migran pada hari pertamanya.
Menurut keterangan dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada tanggal 2, pusat layanan PMA satu atap di Taoyuan total menyambut 60 PMA baru pada tanggal 1, di mana 59 darinya berasal dari Indonesia, satu dari Vietnam.
Di pusat tersebut, para PMA sektor rumah tangga ini akan mengikuti kursus orientasi delapan jam selama dua hari tentang kesehatan dan sanitasi, keselamatan kerja, kehidupan di Taiwan, dan bagaimana melindungi hak dan kepentingan sendiri.
Pekerja migran kemudian akan menerima izin kerja, kartu NHI dan kartu ARC setelah menyelesaikan kursus, dan boleh segera dijemput oleh agensi atau majikan untuk mulai bekerja.
Dibukanya pusat layanan PMA satu atap oleh MOL bertujuan menyederhanakan pengajuan dan pemrosesan dokumen yang diajukan oleh majikan PMA, dan akan secara signifikan mempersingkat waktu yang dibutuhkan pekerja migran untuk menyelesaikan pendaftaran masuk, mendapatkan izin kerja, memohon Sertifikat Penduduk Asing (ARC), dan bergabung dengan sistem Asuransi Kesehatan Nasional (NHI).
Menurut MOL, di masa lampau, waktu yang biasanya diperlukan untuk menyelesaikan prosedur adalah 1,5 bulan, kini telah diperpendek menjadi tiga hari.