(Taiwan, ROC) --Hari ini tanggal 31 Desember merupakan hari terakhir di tahun 2022, berkecamuknya perang Rusia dan Ukraina selama hampir satu tahun ini menyebabkan harga kacang kedelei, jagung, gandum dan lainnya melonjak tinggi, membuat negara-negara di dunia terhantam dengan dampak dari inflasi, dan untuk mengantisipasi dampak negatif inflasi terhadap perekonomian maka bank sentral dari berbagai negara seperti Amerika Serikat sejak awal tahun sudah mempersiapkan kenaikan suku bunga bank dalam upaya mengendalikan inflasi. Tekanan inflasi dan pandemi COVID-19 yang terus menyebar luas, membuat tantangan yang dihadapi perekonomian negara-negara dunia tidak menyurut. Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Louise Yellen juga mengaku bahwa ia memiliki perkiraan yang salah terhadap inflasi yang menghantam tahun ini, bank sentral berbagai negara yang meremehkan dampak dari keparahan inflasi, permintaan global menurun drastis mengakibatkan simpanan barang di gudang menumpuk, dan pada akhirnya menimbulkan fenomena di mana para produsen memperpanjang masa pengembalian piutang perusahaan, pembatalan pesanan dan menangguhkan pembangunan perusahaan.
Berdasarkan statistik Kementerian Keuangan dan Kementerian Ekonomi, tingkat ekspor Taiwan memperlihatkan penurunan drastis sejak September lalu, pemesanan luar negeri pada November hanya bernilai US$50,14 miliar atau mengalami penurunan tahunan sebesar 23,4%, dan ini juga merupakan pertumbuhan minus selama 3 bulan berturut-turut dan mengores penurunan terbesar selama 13 tahun terakhir, hal ini tercermin dalam penimbunan barang di gudang. Menghadapi tekanan semakin bertambahnya penimbunan barang di gudang dan inflasi, lembaga prakiraan utama pesimis terhadap perekonomian tahun depan akan pesimis. Yang lebih penting lagi adalah setelah RRT secara bertahap membuka pintu perbatasan yang mengakibatkan negara-negara dunia harus menghadapi ancaman penularan lintas negara dari pandemi, untuk itu tidak sedikit negara termasuk Taiwan dan Jepang di dalamnya yang mulai menutup pintu bagi wisatawan RRT serta memperketat pencegahan pandemi agar dapat menekan seminimal mungkin dampak pandemi terhadap produsen dalam negeri.
Dengan gambaran di atas yang menunjukan begitu banyaknya unsur ketidak pastian, Presiden Tsai Ing-wen akan mengelar rapat tingkat tinggi pada hari ini (31/12) untuk membahas topik-topik penting keuangan termasuk pendapatan pajak negara yang lebih besar dari yang dianggarkan, apakah kelebihan ini akan dikembalikan pada rakyat.