History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Benjamin Netanyahu Terpilih Menjadi PM, MOFA Berharap Lembaran Baru Hubungan Kerja Sama Taiwan-Israel

  • 30 December, 2022
  • 陳柏萇
Benjamin Netanyahu Terpilih Menjadi PM, MOFA Berharap Lembaran Baru Hubungan Kerja Sama Taiwan-Israel
Kementerian Luar Negeri (MOFA) (foto:RTI)

(Taiwan, ROC) -- Partai politik Likud yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu dipercayai oleh presiden Israel untuk kabinet pemerintahan baru, berkaitan dengan ini Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari jumat ini (30/12) mengatakan, pada kesempatan pertama menginstruksikan kepada kantor perwakilan setempat untuk menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada pemerintah dan masyarakat Israel.

Dalam pers rilis yang dikeluarkan oleh MOFA, parpol Likud dan sayap kanan alternatif (alt-right) pada tanggal 1 November pada pemilu ke-25 yang dipimpin Benjamin Netanyahu berhasil memenangkan kursi terbanyak, dan mendapat wewenang untuk memerintah kabinet baru. Sehubungan dengan Benjamin Netanyahu kembali terpilih, MOFA memberikan ucapan selamat.

MOFA mengemukakan, kini Benjamin Netanyahu berusia 73 tahun, pada tahun 1988 bergabung dalam parpol Likud dan terpilih sebagai anggota kongres, pada tahun 1993 menjabat sebagai ketua umum parpol Likud, untuk periode tahun 1996-1999 dan 2009-2021 menjabat sebagai perdana menteri, total masa jabatan selama 15 tahun, menjadi perdana Menteri dengan masa jabatan terlama sejak negara Israel berdiri pada tahun 1948.

MOFA mengemukakan, Taiwan-Israel mendirikan kantor perwakilan pada tahun 1993, hingga saat ini telah melakukan 31 penandatanganan kerja sama. Pada tanggal 11 Mei 2022 melaksanakan kerja sama kesepakatan dalam sektor kesejahteraan masyarakat dan pekerjaan sosial, 13 Juli 2022 menandatangani memorandum kesepahaman teknologi finansial, hubungan antar kedua belah pihak semakin erat. Taiwan berharap di masa mendatang di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu akan terus berlanjut memperdalam kerja sama dengan Taiwan, lebih lanjut memperluas kerja sama di berbagai sektor.

MOFA menambahkan, Taiwan-Israel saling berbagi nilai demokrasi, kebebasan, HAM dan supremasi hukum, dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan kemitraan semakin stabil, merealisasikan perluasan kerja sama pada sektor teknologi, finansial, pendidikan, kedokteran dan kesejahteraan umum.

MOFA mengatakan, di tengah menghadapi momen kritis ancaman arus totalitarianisme, Taiwan berlanjut bergandengan tangan dengan Israel dan negara-negara sahabat yang memiliki pandangan sepaham melawan ekspansi otoritarianisme dan membela nilai-nilai universal yang dijunjung tinggi. Pemerintah yakin di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu, melalui kerja sama di berbagai sektor, Taiwan-Israel akan berlanjut memperdalam pemahaman antar masyarakat, kedua belah pihak menjalin hubungan yang kongkrit, membuka lembaran baru sejarah kemitraan Taiwan-Israel.

Komentar

Terbarumore