(Taiwan, ROC) -- Festival Lentera Taiwan 2023 akan berlangsung di Taipei, merupakan festival lentera skala internasional yang kembali diselenggarakan setelah dibukanya perbatasan, pemerintah kota Taipei pada hari Senin ini (19/12) perdana menampilkan penataan skala besar aneka produk kesenian, dimulai dari stasiun MRT Zhongxiao Fushing memanjang ke arah timur hingga National Dr Sun Yat-sen Memorial Hall. Adapun beberapa karya seni yang disajikan seperti Rabbit Hole setinggi 12 m karya Chen Pu, seni anyaman raksasa bertema “Kehormatan” karya warga Meksiko yang menetap di Taiwan, Lua Rivera yang ditempatkan di stasiun MRT Dr Sun Yat-sen Memorial Hall pintu keluar 1, masih ada karya Oscar Oiwa dengan karya ukiran bertajuk “Light Rabbit in Taipei “.
Walikota Taipei Ko wen-je menyampaikan, Festival Lentera 2023 di Taipei menjadi suatu ajang internasional akbar pertama setelah dibukanya perbatasan, mengadopsi tema “ Light up the Future”, berbeda dengan kegiatan akbar sebelumnya yang digelar di angkasa kabupaten kota lainnya, Beliau berharap dapat menarik pelancong untuk bereksplorasi di kota Taipei yang penuh dengan budaya kehidupan di gang-gang dan jalan kecil.
Walikota Taipei Ko Wen-je mengatakan, “Untuk desainnya, kami ada 1 lentera utama, 6 lentera tambahan, cakupannya sangat luas, mencapai lebih dari 168 hektar, masih ada 300 karya lainnya, ada banyak tim seniman lokal terkemuka ikut menampilkan karya mereka mencakup seni audio visual, digital, konstruksi, lanskap, penataan masih ada seniman penduduk suku asli, selain itu masih ada 40 karya seni yang dipajang di dalam toko. Festival lentera kali ini bertemakan “ Light Up The Future”, yang mengandung makna : cahaya kemuliaan dan kemilauan, berbaur dalam keberagaman dan kreativitas agar menciptakan kota cerdas di masa mendatang.”
Festival Lentera Taiwan 2023 di Taipei merangkul 12 distrik Taipei yang menampilkan 12 lentera tematik, saat bersamaan berkoordinasi dengan 19 kuil, 66 unit partisipan yang melibatkan kalangan pelaku usaha, organisasi dan sekolah, masing-masing menyajikan karakteristik budaya, tradisi kehidupan dan religi, keindahan pesona alami dan seni budaya. Masih ada lebih dari 200 toko ikut mempromosikan festival ini dengan memberikan bonus belanja, berharap arena perbelanjaan distrik timur yang melesu dapat bangkit kembali.