History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hadapi Ekspansi Otoriter, Presiden Tsai Berharap Taiwan-Jepang Dapat Ciptakan Hasil Kerja Sama Baru

  • 16 December, 2022
  • 陳柏萇
Hadapi Ekspansi Otoriter, Presiden Tsai Berharap Taiwan-Jepang Dapat Ciptakan Hasil Kerja Sama Baru
Hadapi Ekspansi Otoriter, Presiden Tsai Berharap Taiwan-Jepang Dapat Ciptakan Hasil Kerja Sama Baru

 (Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menerima kedatangan Ohashi Mitsuo, selaku Presiden Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan di Istana Kepresidenan pada pagi hari ini (16/12). Presiden Tsai dalam pidatonya mengemukakan, tahun ini menandai peringatan 50 tahun berdirinya Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan dan Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang. Semenjak Ohashi Mitsuo menjabat pada tahun 2011 yang lalu, beliau telah mempromosikan penandatanganan berbagai perjanjian bilateral antara Taiwan dan Jepang, serta penggantian nama Asosiasi Pertukaran. Presiden Tsai berterima kasih atas kontribusi Ohashi Mitsuo dalam meningkatkan hubungan antara Taiwan dan Jepang.

Presiden Tsai menunjukkan, kemitraan erat antara Taiwan dan Jepang terus diperdalam. Taiwan sangat berterima kasih atas sumbangan vaksin Jepang, dan Taiwan juga menyumbangkan masker untuk Jepang, serta bersama-sama melawan tantangan pandemi. Mekanisme kerja sama bilateral juga lebih beragam dan multilateral, contohnya pada bulan Oktober yang lalu Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia untuk pertama kalinya bekerja sama dalam menggelar lokakarya Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF), serta menjadi contoh baik dari kerja sama Taiwan-Jepang untuk urusan internasional. Selain itu diplomasi Kongres juga menjadi semakin aktif, dan interaksi, serta pertukaran terkait telah menampilkan rasa persahabatan antara Taiwan dan Jepang.

Presiden Tsai berterima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah mendukung partisipasi internasional Taiwan di berbagai panggung internasional dalam banyak kesempatan, serta menegaskan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan. Taiwan akan terus berupaya untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional, serta mekanisme kerja sama ekonomi dan perdagangan regional seperti CPTPP, dll, serta berharap Jepang dapat terus mendukung Taiwan.

Presiden Tsai mengatakan, ”Menghadapi perluasan otoritarianisme global dan tantangan era pasca-pandemi, kami juga berharap Taiwan-Jepang dapat terus menciptakan hasil kerja sama baru di berbagai bidang seperti pertahanan nasional, keamanan, ekonomi, perdagangan, dan transformasi industri.”

Ohashi Mitsuo dalam pidatonya menyampaikan, selain keberhasilan penanggulangan pandemi di bawah pemerintahan Presiden Tsai dalam beberapa tahun terakhir ini, pentingnya industri semikonduktor Taiwan juga telah dikenal luas oleh dunia, dan situasi kemanan di Selat Taiwan juga menarik perhatian masyarakat Internasional. Perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan sangat penting bagi keamanan Jepang dan kawasan. Oleh karena itu Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan saat bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden dan para pemimpin negara lain, bahkan ketika bertemu dengan para pemimpin Republik Rakyat Tiongkok (RRT) .

Ohashi Mitsuo menambahkan, Taiwan dan Jepang saling berbagi nilai-nilai universal dan cinta damai. Keduanya juga merupakan mitra penting yang mendukung rantai pasokan global. Keduanya saling bekerja sama satu sama lain dalam menghadapi bencana alam dan pandemi, merupakan teman sejati dan contoh terbaik. Jikalau semua negara di dunia belajar dari Taiwan dan Jepang, yang merupakan negara sahabat dan bertetangga, maka seharusnya tidak ada lagi kata “perang” di dunia ini.

Komentar

Terbarumore