(Taiwan, ROC) Uni Eropa (EU) dan ASEAN kemarin (14/12) menggelar pertemuan tingkat tinggi terkait hubungan kemitraan yang memasuki tahun ke-45, total diikuti oleh pimpinan dari 31 negara. Uni Eropa mengumumkan akan menganggarkan dana investasi senilai EUR 10 milyar yang dialokasikan untuk penandatanganan kerja sama dengan Thailand dan Malaysia, selanjutnya sepakat menyuarakan kesetaraan gender, perdamaian Laut Selatan dan mendukung kedaulatan Ukraina.
Pertemuan tingkat tinggi EU dan ASEAN perdana diadakan di Brussels, yang dipimpin oleh Presiden Uni Eropa, Charles Michel dan PM Kamboja Hun Sen selaku Ketua Kepimpinan ASEAN bergilir untuk tahun ini. Dari 10 negara anggota ASEAN ada 8 negara yang ikut berpartisipasi, sementara Myanmar terjadi kudeta militer dan tidak mendapat undangan, PM Malaysia Anwar Ibrahim baru saja menjabat pada 24 November 2022 disibukkan dengan urusan dalam negeri maka mengutus Menlu untuk mewakilinya.
Situasi internasional yang dikarenakan dampak COVID-19 selama 3 tahun ini mengakibatkan banyak perubahan besar, Hun Sen mengatakan, “Hubungan kemitraan Uni Eropa dan ASEAN perlu semakin ditingkatkan, dikarenakan dunia tengah menghadapi konflik geopolitik yang bisa menggoyahkan tatanan internasional.”
Akan tetapi, sebelum pertemuan tinggi dimulai diisukan Uni Eropa berharap ASEAN bisa mempertegas sikapnya terhadap perang Rusia-Ukraina, walaupun pada akhirnya sepakat bahwa kedua belah pihak menghargai kedaulatan setiap negara dan kedaulatan pemerintahan serta mendukung integritas territorial Ukraina, akan tetapi ada pernyataan secara terus terang bahwa “ada perbedaan pendapat terhadap penilaian situasi dan sanksi”.
Pada tahun 2017 Uni Eropa dan ASEAN menyelenggarakan negosiasi perdagangan bebas antar wilayah perdana di dunia, yang difokuskan negara yang memiliki perbedaan kondisi negara dan menjadi tantangan besar. Ketua Pelaksana Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengakui efek pembahasan dengan hasil “tidak terjadi apa-apa”. Pertemuan tingkat tinggi kali ini kedua pihak menyampaikan, “kembali menegaskan perjanian perdagangan bebas Uni Eropa-ASEAN adalah sasaran jangka panjang yang disepakati bersama di masa depan.”
Hasil nyata dari pertemuan tingkat tinggi terbagi atas perjanjian kerja sama kemitraan untuk Thailand dan Malaysia, untuk lingkup sektor kerja sama akan diperluas dan menggelar dialog politik secara berkala.
Selain itu, Uni Eropa mengusung dana anggaran investasi senilai EUR 10 milyar (setara dengan NT$ 324,7 milyar), untuk rinciannya belum dipublikasikan, dikarenakan mencantumkan kerangka program Global Gateway, maka program yang berjalan berorientasi pada pengembangan infrastruktur transformasi sumber energi terbarukan dan transformasi digital.
Myanmar yang belum berksempatan ikut serta, dikarenakan pada awal tahun 2021 terjadi kudeta militer dan mendapat kritikan dari masyarakat luar terhadap situasi penganiayaan HAM. Pernyataan kesepakatan dari pertemuan tingkat tinggi mendahulukan jaminan HAM mencakup kebebasan dasar dan kesetaraan gender.
Terkait dengan Laut Selatan melibatkan masalah geopolitik yang melibatkan banyak negara Asia Tenggara, kespakatan dari pertemuan tingkat tinggi menekankan perlunya menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan dan hak navigasi dan penerbangan, setiap pihak mengurangi konflik risiko dan mematuhi hukum internasional.