(Taiwan, ROC) --- Setelah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Nikaragua, otoritas Taiwan pun menangguhkan pelaksanaan Perjanjian Perdagangan Bebas Taiwan Nikaragua hingga tanpa batas waktu. Pada tanggal 14 Desember 2022, Kementerian Ekonomi (MOE) menyampaikan, Nikaragua adalah pihak yang paling memperoleh keuntungan dari perjanjian ini, dan Taiwan tidak memperoleh dampak kerugian dari diputuskannya hubungan kerja sama tersebut.
Namun demikian, beberapa anggota legislator menanyakan akan kemungkinan terjalinnya kembali hubungan diplomatik antar Taiwan dengan Nikaragua. Beberapa pihak merasa bahwa putusnya hubungan diplomatik antar Taiwan dengan Nikaragua disebabkan karena keputusan sepihak yang diambil oleh Presiden Nikaragua pribadi.
Wakil Menteri Luar Negeri, Yui Tah-ray (俞大㵢) mengatakan, “Saat itu karena ada muatan politik. Daniel Ortega yang memutuskan sepihak untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan kami. Jika muncul kekuatan politik baru, bukan tidak mungkin kalau hubungan diplomatik Taiwan dengan Nikaragua akan kembali terjalin.”
Saat ditanya apakah akan mengatur jadwal kunjungan kepresidenan berikutnya, mengingat dirinya baru saja berkunjung keluar negeri, Yui Tah-ray menjawab, dirinya tidak bisa mengungkapkan ke mana ia pergi, mengingat ini adalah kunjungan yang bersifat pribadi dan tidak ada hubungannya dengan jadwal kunjungan kepresidenan.
Apakah Presiden Tsai Ing-wen akan melakukan kunjungan kenegaraannya keluar negeri, Yui Tah-ray menyampaikan, bahwa ini semua sedang dalam perencanaan dan tentunya akan melewati tahap diskusi dengan pihak Istana Kepresidenan.
Yui Tah-ray menambahkan, Presiden Tsai Ing-wen sudah tidak melakukan kunjungan kenegaraan, semenjak wabah COVID-19 merebak. Ia bersama dengan pihak Kementerian Luar Negeri (MOFA) akan mendiskusikan perihal kunjungan kenegaraan oleh Presiden Tsai Ing-wen pada tahun mendatang.