(Taiwan, ROC) -- Forum Meja Bundar TRT World di bawah Türkiye Radyo Televizyon Kurumu / TRT (Stasiun Radio dan Televisi Turki) untuk hari kedua membahas terkait “Apakah arahan dari Kebijakan Pertahanan Amerika Serikat terhadap Taiwan, semakin lama semakin jelas?” Turki yang terletak di Eurasia juga prihatin dengan topik permasalahan Taiwan, Amerika Serikat dan RRT, yang mana hal ini memiliki makna diplomatik khusus bagi Turki. Wakil Rektor College of Social Sciences - National Cheng Chi University Tsai Chung-min yang mendapat undangan berpartisipasi dalam forum ini, ia menganalisis bahwa kebijakan diplomasi Turki harus “kembali pada Benua Asia”.
Tsai Chung-min (蔡中民) mengatakan, “Isu terkait Taiwan sedikit dibahas dalam sejarah Turki, berarti dalam kebijakan luar negeri kontemporer Turki sekarang ini harus mengembalikan arah ke Benua Asia, karena hubungan Taiwan, Amerika Serikat dan RRT merupakan topik sangat penting dalam politik Asia Timur.” Terlebih masalah yang mendapat perhatian masyarakat internasional selain masalah Rusia dan Ukraina adalah masalah Taiwan dan Antar Selat Taiwan, Tsai Chung-min juga mengungkapkan, “Bagi pemerintah Turki, fokus utama adalah melihat ke arah timur, memperhatikan Taiwan, Amerika Serikat dan RRT.”
Selain itu dalam forum juga mengundang Michael Kugelman dari South Asian institute, Wilson Center dan Zhao Sui-sheng yaitu professor dari Chinese politics and foreign policy at the University of Denver's Josef Korbel School of International Studies, untuk melakukan pembahasan.
Dalam pembahasan secara rinci alasan strategi Amerika Serikat dari strategi yang ambigu hingga menjadi strategi yang jelas, Michael Kugelman beranggapan, semua bermula dari perkataan yang diserukan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, “Amerika akan melindungi Taiwan.” Michael lebih lanjut mengemukakan, “Penjualan senjata ke Taiwan dari pemerintahan Biden adalah cerminan dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat. AS ingin meningkatkan kekuatan pertahanan diri Taiwan dari kemungkinan agresi RRT.”
Pada kemungkinan Taiwan dan RRT melakukan dialog, Micheal merasa bahwa kemungkinan ini tidak besar. Sebaliknya dialog antara Amerika Serikat dan RRT dalam berbagai topik permasalahan lebih memungkinkan, dan tentu saja Taiwan menjadi salah satu topik pembahasan, yang mana ini mungkin dapat mengurangi ketegangan konfrontasi yang terjadi antara Amerika Serikat dan RRT di masa lalu, dan hal ini sesuai dengan kepentingan dari Amerika Serikat.
“Melihat dari sudut pandang RRT, Amerika Serikat tidak dapat diandalkan dalam pertahanan diri Taiwan.” Zhao Sui-sheng menganalisis, “Namun pemerintah AS memberikan informasi yang sangat jelas, dan juga melalui berbagai aspek berupa meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan.”
Yang kerap ditanyakan apakah sebenarnya terdapat jadwal waktu RRT menginvasi Taiwan dalam pembahasan mendalam terkait hubungan Taiwan, Amerika Serikat dan RRT? Zhao Sui-sheng beranggapan bahwa RRT “Tidak memiliki jadwal waktu yang jelas, tetapi terdapat jadwal waktu yang ambigu.” Terlebih yang pertama adalah, apabila Amerika Serikat dan Taiwan menginjak garis batas merah RRT, maka RRT akan bertindak. Yang kedua adalah Pemimpin RRT Xi Jin-ping mengaitkan reunifikasi dengan jadwal waktu impian yang ingin digapai RRT, maka pada jadwal waktu pada akhirkan akan “terlihat ambigu tetapi juga jelas”.