History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bertemu dengan Kelompok Parlemen Polandia – Taiwan, Presiden Tsai: Taiwan akan Membantu Ukraina untuk Rekonstruksi Pasca Perang

  • 06 December, 2022
  • 尤繼富
Bertemu dengan Kelompok Parlemen Polandia – Taiwan, Presiden Tsai: Taiwan akan Membantu Ukraina untuk Rekonstruksi Pasca Perang
Bertemu dengan Kelompok Parlemen Polandia – Taiwan, Presiden Tsai: Taiwan akan Membantu Ukraina untuk Rekonstruksi Pasca Perang

(Taiwan, ROC) --- Hari ini (6/12), Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyambut kedatangan dari delegasi “Kelompok Parlemen Polandia Taiwan” yang terdiri dari anggota DPR setempat. Dalam kata sambutannya, Kepala Negara mengucapkan selamat datang kepada Waldemar Andzel yang juga merupakan Ketua Kelompok Parlemen Polandia Taiwan.

Presiden Tsai menuturkan, tim yang datang kali ini terdiri dari 3 Wakil Ketua Lintas Partai dan 3 anggota Kongres Polandia. Ini juga menjadi bukti akan eratnya hubungan persahabatan antara Taiwan dengan Polandia. Kepala Negara mengemukakan, Taiwan dan Polandia adalah pihak yang pernah melewati masa pemerintahan otoriter. Kedua negara juga melewati proses yang panjang dalam mengejar demokrasi.

Kepala Negara melanjutkan, kedua belah pihak akan terus menggelar kerja sama dalam mempertahankan nilai demokrasi dan kebebasan.

Presiden Tsai menuturkan, selama masa pandemi COVID-19, Taiwan dengan Polandia telah memperlihatkan sikap yang saling mendukung dan bekerja sama untuk mengatasi tantangan epidemi. Kepala Negara secara khusus juga mengucapkan terima kasih kepada Waldemar Andzel dan anggota lainnya, yang sudah aktif memaksimalkan upaya donasi 400.000 vaksin AZ dari Polandia ke Taiwan.

Kepala Negara menambahkan, di tengah memanasnya COVID-19 saat itu, bantuan yang diberikan oleh Polandia tentu sangat bermakna dan membuat mayoritas warga Taiwan terharu. Selain itu, Presiden Tsai kembali mengucapkan terima kasih kepada Waldemar Andzel atas upaya besarnya dalam mewujudkan penandatanganan perjanjian Taiwan-Polandia perihal penghindaran pajak, mengingat wacana tersebut sempat tertunda selama bertahun-tahun lamanya.

Kepala Negara menambahkan, invasi Rusia ke Ukraina telah berdampak besar pada tatanan demokrasi dunia. Selaku Ketua Keamanan dan Kerja Sama Eropa tahun ini, maka Polandia bersama dengan negara-negara terkemuka akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Di lain pihak, Taiwan juga tidak pernah berhenti mengerahkan bantuan kepada Ukraina, serta membantu pekerjaan rekonstruksi di wilayah setempat.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Taiwan, Polandia dan Ukraina semuanya adalah negara yang berada di garda terdepan dalam melawan paham otoritarianisme. Warga Taiwan tentu bisa merasakan apa yang tengah diperjuangkan oleh warga Ukraina dalam mempertahankan nilai demokrasi mereka. Di samping itu, Taiwan juga aktif memberikan bantuannya, serta turut dalam aktivitas donasi yang dikerahkan oleh Polandia. Kami berharap dapat terus menggalang kerja sama dengan negara sehaluan, guna membantu pekerjaan rekonstruksi pascaperang di Ukraina. Kami juga berharap agar rakyat Ukraina dapat membangun kembali tanah air mereka sesegera mungkin.”

Di akhir kata, Presiden Tsai menyampaikan, tahun ini juga menandai 30 tahun berdirinya kantor perwakilan Taiwan di Polandia. Beliau berharap kedua belah pihak dapat terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor pada masa mendatang, serta bersama-sama memperkuat persatuan antar negara-negara penganut demokrasi.

Dalam pidatonya, Waldemar Andzel menyampaikan, Polandia dan Taiwan memiliki banyak kesamaan, meliputi sejarah, diplomatik dan pandangan internasional. Polandia juga menegaskan dukungannya kepada Taiwan yang senantiasa memperoleh ancaman dari pihak Tiongkok.

Waldemar Andzel melanjutkan, Taiwan dan Polandia telah menandatangani perjanjian untuk menghindari pajak berganda. Oleh karena itu, dirinya berharap wacana kerja sama antara kedua belah pihak di sektor ekonomi dapat dipererat.

Ia juga menyambut baik seluruh proyek kerja sama dari pengusaha Taiwan yang hendak mendirikan pabrik mereka di Polandia. Waldemar Andzel juga berharap, rute penerbangan langsung antara Polandia dengan Taiwan dapat segera terealisasikan.

Komentar

Terbarumore