(Taiwan, ROC) --- Media Bloomberg mewartakan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengusulkan untuk menjual 100 rudal PAC-3 MSE, serta rudal dan fasilitas terkait lainnya kepada Taiwan dengan nilai mencapai US$ 882 juta.
Laporan tersebut menunjukkan, proposal ini adalah bagian dari rencana penjualan senjata ke Taiwan yang pernah diusulkan pada tahun 2010 silam. Ini juga bukan kesepakatan baru, melainkan versi yang lebih disempurnakan. Awalnya, angka penjualan senjata ke Taiwan yang dipatok Amerika Serikat berjumlah US$ 2.81 miliar.
Media Bloomberg menekankan, versi terbaru dari penjualan senjata kali ini tidak akan mengubah nilai dari kesepakatan awal secara keseluruhan.
Yang patut diperhatikan adalah, saat kesepakatan penjualan senjata tersebut diumumkan pada tahun 2010 silam, hal itu sempat membuat Beijing marah. Sehingga rencana pertukaran militer oleh Tiongkok dengan AS yang sempat disetujui sebelumnya, terpaksa harus dibatalkan.
Pihak Deplu AS tidak memberikan tanggapannya terhadap pemberitaan Bloomberg di atas. Namun, menurut pengumuman dari Deplu AS kepada anggota parlemen, rencana tersebut akan dimasukkan ke dalam catatan rapat Kongres yang dihelat tanggal 6 Desember 2022 (waktu setempat), untuk kemudian akan ditinjau selama 30 hari mendatang.
Hal yang disempurnakan dalam rencana penjualan kali ini adalah menyediakan 100 rudal PAC-3 MSE yang diproduksi oleh perusahaan Lockheed Martin. Tipe senjata yang dijual kali ini juga lebih canggih dibandingkan dengan tipe PAC sebelumnya.
Di samping itu, proposal tersebut juga meminta AS untuk memberikan suku cadang pemancar M903, serta menyediakan mesin pelatih rudal dan fasilitas perangkat lunak pendukung lainnya.