(Taiwan, ROC) – Pada tanggal 1 dan 2 Desember, para diplomat senior Amerika dan Eropa menggelar dialog tentang isu Daratan Tiongkok dan Indo-Pasifik. Usai pertemuan, mereka mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan Selat Taiwan. Mereka juga mengkhawatirkan sikap dan tindakan dari pihak Daratan Tiongkok yang provokatif, akan meningkatkan risiko krisis di Selat Taiwan, yang dapat berdampak serius bagi kawasan atau bahkan bagi kemakmuran global.
Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada hari Kamis tanggal 1 Desember lalu mengadakan pertemuan dengan Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Pada waktu yang bersamaan, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Wendy Sherman dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Uni Eropa Stefano Sannino menggelar pertemuan US-EU Dialogue on China ke 4 di Washington, dan Konferensi Konsultatif Indo-Pasifik ke-3 pada keesokan harinya.
Usai pertemuan, kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan bersama yang tercatat lebih dari 1.500 kata pada tanggal 2 Desember. Adapun pernyataan bersama tersebut, sebagian besar berfokus pada aksi tindakan Daratan Tiongkok di Selat Taiwan, Laut Selatan, Xinjiang, Hong Kong, dan tempat lainnya. Selain itu juga menyatakan kepedulian mereka tentang aksi unjuk rasa dengan Kertas Putih yang terjadi di Daratan Tiongkok dan juga peran yang tengah dimainkan oleh Beijing dalam perang Rusia Ukraina.
Mengenai masalah Taiwan, dalam pernyataan tersebut Wendy Sherman dan Stefano Sannino menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, menunjukkan bahwa Selat Taiwan memiliki kaitan yang erat dengan kepentingan Amerika Serikat dan Eropa, dan dapat memengaruhi keamanan dan kemakmuran kawasan bahkan global.
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa keduanya khawatir akan tindakan provokatif dari pihak Daratan Tiongkok yang akan meningkatkan risiko krisis di Selat Taiwan, dan percaya bahwa tindakan serupa tidak hanya akan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tetapi juga dapat berdampak serius pada wilayah yang lebih luas dan merusak kemakmuran global. Mereka kembali menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan status quo dan menentang tindakan sepihak apa pun yang merusak status quo dan menyerukan penyelesaian secara damai berkenaan dengan masalah antar selat.
Keduanya juga menekankan bahwa prinsip dasar Amerika dan Eropa berkenaan dengan isu Taiwan tidak berubah selama bertahun-tahun, termasuk kebijakan "Satu Tiongkok" yang mereka terapkan selama ini.
Menghadapi ancaman Daratan Tiongkok untuk menekan "Gerakan Kertas Putih", Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengkritiknya sebagai tanda kelemahan, dimana pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara pada 30 November lalu. Wendy Sherman dan Stefano Sannino menegaskan kembali dalam pernyataan mereka bahwa setiap orang di dunia berhak melakukan protes damai.
Menurut pernyataan itu, Wendy Sherman dan Stefano Sannino juga menyatakan keprihatinan yang serius tentang situasi hak asasi manusia di Daratan Tiongkok, termasuk di Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, dan Hong Kong, menekankan bahwa masalah serupa memerlukan perhatian mendesak dari komunitas internasional. Mereka juga prihatin tentang metode penindasan transnasional Beijing dan tindakan pemaksaan ekonomi yang berkelanjutan.
Mengenai kerja sama antara Amerika Serikat dan Eropa di kawasan Indo-Pasifik, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kedua belah pihak akan terus mengupayakan koordinasi dan program tugas terpadu dalam keamanan maritim regional, termasuk rencana untuk mengadakan latihan maritim bersama pada semester pertama tahun depan. Selain itu, juga akan bersama-sama meningkatkan kemampuan di bidang maritim untuk mendukung kebebasan navigasi dan penggunaan perairan Indo-Pasifik lainnya secara resmi sesuai dengan hukum.
Mengenai perang Rusia-Ukraina, pernyataan tersebut menyatakan bahwa Wendy Sherman dan Stefano Sannino akan terus membahas upaya Amerika Serikat dan Eropa dalam mendesak Daratan Tiongkok untuk meminta Rusia mengakhiri perang, dan sekali lagi meminta Beijing untuk tidak mencoba menghindari atau melemahkan sanksi terhadap Rusia, atau memberi Rusia apa pun "Jika tidak, akan ada konsekuensi bagi hubungan Amerika Serikat dan Eropa dengan pihak Daratan Tiongkok”.
Menghadapi aksi tindakan akan Daratan Tiongkok yang semakin berat, ditambah dengan semakin pentingnya kawasan Indo-Pasifik, pihak Amerika Serikat dan Uni Eropa juga meluncurkan "Dialog Amerika dan Eropa tentang isu Daratan Tiongkok” dan "Konferensi konsultatif Indo-Pasifik Amerika dan Uni Eropa" yang sempat digelar pada Oktober 2020 dan akhir tahun 2021. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika, pertemuan berikutnya diperkirakan akan diadakan di Brussel pada paruh pertama tahun depan.