History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Uluran Jabatan Tangan PM Thailand Tidak Dihiraukan oleh Xi Jinping

  • 19 November, 2022
  • 譚雲福
Uluran Jabatan Tangan PM Thailand Tidak Dihiraukan oleh Xi Jinping
Uluran Jabatan Tangan PM Thailand Tidak Dihiraukan oleh Xi Jinping

        (Taiwan, ROC) – Dalam sebuah rekaman video yang diambil dalam KTT APEC 2022 yang digelar di Bangkok Thailand belum lama ini, tatkala PM Thailand Prayuth Chan-o-Cha tengah menyambut kehadiran Presiden Xi Jinping pada tanggal 17 November, dan mengulurkan tangan pertanda jabatan tangan persahabatan, namun tanpa diduga Presiden Daratan Tiongkok hanya memberikan balasan berupa anggukan kepala, yang akhirnya membuat PM Thailand selaku tuan rumah penyelenggara menjadi serba salah dan malu, yang kemudian menutupi kondisi tersebut dengan mengelus hidung sendiri.

Setelah vakum empat tahun, pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) akhirnya dapat digelar secara riil di Bangkok untuk pertama kalinya pasca pandemi COVID-19, namun hanya saja momen memalukan harus dihadapi oleh PM Thailand Prayut Chan-o-cha, yang bertanggung jawab selaku tuan rumah pelaksana ajang akbar APEC 2022 di dalam resepsi malam penyambutan tersebut.

        Mathias Peer, salah seorang reporter dari media "Business Daily" Jerman (Handelsblatt), mengunggah video yang dimaksudkan di akun Twitter-nya, menunjukkan bahwa PM Thailand Prayut Chan-o-cha dan istrinya berdiri di depan papan biru dengan kata-kata "APEC Economic Leaders Week" pada malam hari pertemuan yang digelar pada tanggal 17 November untuk menyambut Xi Jinping dan istrinya. Usai melakukan acara foto bersama, PM Thailand Prayut Chan-o-cha berbalik dan membungkuk ke arah Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping, yang kebetulan berada di bagian  sebelah kanan dan mengulurkan tangan kanannya, dengan niat untuk memberikan jabatan tangan pertanda persahabatan sebagaimana yang biasanya dilakukan oleh para pejabat negara saat menerima kunjungan tamu kenegaraan.

Namun sangat teramat disayangkan, Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping tidak memberikan tanggapan serupa yakni uluran tangan sebagaimana yang akan dilakukan oleh tamu yang berkunjung, namun hanya mengangguk kepala semata, dimana selanjutnya ia dan istrinya Peng Liyuan segera berjalan keluar dari area resepsionis, meninggalkan PM Thailand Prayut Chan-o-cha yang tampak masih terkejut dengan reaksi yang diberikan oleh seorang pemimpin negara layaknya Daratan Tiongkok, dengan kondisi uluran tangan yang masih terhenti diam di tengah kondisi yang sangat tidak sesuai dengan kondisi ajang diplomatik sekelas internasional tersebut. Untuk sesaat, PM Thailand Prayut Chan-o-cha tampak sedikit kewalahan, ia juga berusaha untuk segera memalingkan wajahnya, menggumamkan sesuatu, menyentuh hidungnya lagi, lalu meninggalkan area resepsionis ditemani oleh bimbingan istrinya.

        Kondisi seperti yang terlihat dalam video yang sempat diambil oleh pihak media internasional, Mathia Peer memberikan judul video rekaman tersebut sebagai “Awkward moment during a welcome reception at #APEC2022THAILAND”.

Setelah selang hampir tiga tahun sejak merebaknya pandemi COVID-19, dunia kini bergerak ke arah pembukaan pembatasan negara, akan tetapi Daratan Tiongkok malah menjadi satu-satunya negara yang bersikeras melakukan pencegahan epidemi secara ketat. Seluruh khalayak dunia luar, kini penasaran dengan sikap Xi Jinping, yang baru saja kembali ke panggung kegiatan dunia internasional untuk menghadiri berbagai konferensi internasional, namun malah justru menolak melakukan jabatan tangan dengan para pemimpin negara lain dengan alasan menganut prinsip pencegahan pandemi.

Namun uniknya, pada upacara pembukaan KTT APEC 2022 yang digelar pada tanggal 18 November, PM Thailand Prayut Chan-o-cha yang kembali menyambut para pemimpin dari berbagai negara di atas panggung, kali ini Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping telah bersedia berjabat tangan dengan Prayut.

Dari foto-foto yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok, terlihat Xi Jinping saling berjabat tangan saat melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., juga meninggalkan foto berjabat tangan dengan para pemimpin dari banyak negara, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sementara itu, rekaman video lain terkait Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping saat menghadiri KTT G20 pada tanggal 16 November, yang digelar di Bali Indonesia, juga memicu reaksi keras dari dunia internasional.

Pasalnya, Xi Jinping berdiri sangat dekat dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau saat itu, ketika berbicara melalui seorang penerjemah, tanpa mempertimbangkan jika kondisi sekitar adalah sebuah ajang kegiatan berskala dunia, dan Xi Jinping saat bertatap muka dengan Trudeau langsung memberikan tuduhan dengan nada emosi, dengan menuding Trudeau tidak selayaknya membocorkan isi percakapan tertutup antara ke belah pihak di sela-sela kegiatan KTT G20, dan bahkan terlihat mimik emosi dalam wajah Xi Jinping, dimana selama ini sangat langka dijumpai dalam kegiatan publik seperti KTT G20.

Pemerintah Kanada belum merilis risalah pembicaraan antara para pemimpin kedua negara.

Komentar

Terbarumore