(Taiwan, ROC) – Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (18/11) mengemukakan, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida menggelar dialog dengan Pemimpin Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xi Jin-ping (習近平) di Thailand kemarin (17/11/2022), dan Fumio Kishida kembali menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
MOFA pada pagi hari ini (18/11) menyampaikan, dialog antara Fumio Kishida dan Xi Jinping yang diadakan di Bangkok, Thailand kemarin malam adalah pertemuan fisik pertama antara kedua belah pihak sejak Kishida menjabat.
MOFA menuturkan, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 40 menit tersebut, Fumio Kishida sekali lagi menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta keprihatinan Jepang terhadap masalah hak asasi manusia Negeri Panda. MOFA sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas hal tersebut, serta menyambut baik komunitas internasional untuk turut memperhatikan situasi di Selat Taiwan dan mengambil langkah-langkah positif guna membantu menjaga perdamaian kawasan.
MOFA menjelaskan, sejak pembentukan Kabinet Kishida, pemerintah Jepang telah berulang kali menyatakan jika Taiwan dan Jepang sama-sama berbagi nilai-nilai dasar seperti kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum, Taiwan merupakan mitra penting dan teman berharga Jepang. Pada saat yang sama, juga mendorong komunitas internasional untuk dapat memperhatikan situasi di Selat Taiwan dan keadaan hak asasi manusia di Negeri Tirai Bambu saat ini. Jepang telah menunjukkan posisinya yang kokoh sebagai negara demokrasi, baik pada KTT ASEAN yang digelar pada bulan ini, KTT Jepang-AS, KTT Jepang-AS-Korea, serta tempat-tempat internasional penting lainnya.
MOFA menegaskan, ketika otoritarianisme mulai berkembang dan menantang tatanan internasional, MOFA akan secara aktif bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia yang berpikiran serupa untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai fundamental universal, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta mendorong kebebasan, keterbukaan, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.