(Taiwan, ROC) -- “Forum Taiwan” kegiatan kerja sama dari Asosiasi Internasional untuk Penyiaran (Association for International Broadcasting, AIB) dengan Radio Taiwan Internasional (RTI) berlangsung di London Inggris pada tanggal 11 November waktu setempat. Selain Presiden Tsai Ing-wen yang memberikan pidato melalui rekaman video, juga mengundang Menteri Pengembangan Digital Audrey Tang untuk memberikan ceramah secara online, berbagi pengalaman Taiwan dalam menghadapi ancaman otoriter, serangan siber dan memerangi informasi yang salah dan palsu.
Audrey Tang mengungkit, kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus 2022 kemarin, di mana pada waktu itu papan iklan elektronik di sebuah toko waralaba yang berlokasi di Stasiun Pusat Taipei mengalami peretasan, tetapi karena hal ini juga membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaannya akan keamanan jaringan internet.
Audrey Tang juga menegaskan, Taiwan adalah pulau yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dan kemungkinan serangan di masa mendatang, jika internet Taiwan dilumpuhkan, ia telah membuat banyak perencanaan untuk penanggapannya. Salah satu tugas inti dari Kementerian Pengembangan Digital adalah membangun ketahanan digital Taiwan, memperkuat penanggulangan dalam menghadapi berbagai serangan dan ancaman, serta menjamin kehidupan masyarakat Taiwan yang bebas yang mana hal ini didapatkan dengan cara yang tidak mudah.
Ketua Asosiasi Diplomasi Digital Taiwan (TDDA) Kuo Chiayo dalam kegiatan yang sama menyampaikan bahwa TDDA dengan mengunakan kekuatan lunak dalam meningkatkan citra Taiwan, seperti mengadakan pertandingan sepak bola dan kegiatan lainnya, agar semakin banyak peluang visibilitas Taiwan di mata dunia internasional dan juga juga mendapat semakin banyak dukungan dalam menghadapi konflik politik.
Sedangkan Chair Person Radio Taiwan Internasional Cheryl Lai mengemukakan bahwa Radio Taiwan Internasional dengan menggunakan kekuatan pemerintah dan masyarakat memimpin dan juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial internasional, yang mana hal ini juga membuktikan bahwa Taiwan mampu memikul tanggung jawab sebagai sekutu demokrasi.