(Taiwan, ROC) -- “Kita Berbagi Tanggung Jawab Yang Sama” (We Share the Same Responsibilities), Radio Taiwan Internasional (RTI) selaku radio negara, selain sebagai media yang berkemampuan “memperdengarkan” Taiwan kepada dunia, selama waktu yang panjang ini juga telah berupaya keras untuk menanamkan akar membangun hubungan dan interaksi yang baik dengan media-media internasional. Pada 11 November 2022 mendatang akan bekerja sama dengan Association for International Broadcasting (AIB), dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pengembangan Digital untuk perdana dengan posisi sebagai radio negara mengelar “Forum Taiwan”, dalam pembukaan kegiatan ini Presiden Tsai Ing-wen akan memberikan kata sambutan secara online dan Menteri Pengembangan Digital Audrey Tang akan berbagi pengalaman melawan perang informasi.
“Forum Taiwan 2022” di London akan digelar pada tanggal 11 November 2022 pukul 18.30 waktu Taiwan, yang akan menghadirkan pemimpin politik dan ekonomi Inggris, perwakilan akademisi dan organisasi internasional. Forum akan berlangsung di Church House Westminster, merupakan bangunan yang digunakan sebagai aula konferensi sementara oleh majelis pada Perang Dunia Kedua, dan menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Persiapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) usai perang yaitu pada tahun 1945, dan juga menjadi ajang tempat beralngsungnya sidang Dewan Keamanan pertama pada tahun 1946, di mana pada masa itu perwakilan dari Taiwan juga hadir. Church House Westminster kerap digunakan sebagai kegiatan penting kerajaan dan pemerintah Inggris, sebagai simbol kastel penting untuk mempertahankan kebebasan dan menjaga perdamaian dunia.
Rombongan perwakilan dari Radio Taiwan Internasional (RTI) yang dipimpin langsung oleh Chair Person RTI Cheryl Lai tiba di London, Inggris pada tanggal 8 November 2022 tengah malam untuk memulai kunjungan selama waktu satu minggu. Sebelum perjalanan berlangsung, Chair Person Cheryl Lai mengatakan bahwa dimulainya perang Ukraina – Rusia telah membuat dunia mulai memperhatikan Selat Taiwan, dan juga membuat banyak negara menyadari pentingnya Taiwan yang berada di garis pertama dalam dunia media berbahasa Mandarin dalam membela kebebasan pers. Dalam keterbatasan ruang untuk berpartisipasi di kancah internasional, maka pada kesempatan kali ini kami memadukan kekuatan pemerintah hingga masyarakat sipil untuk mengelar kegiatan internasional yang sekaligus membuktikan kemampuan Taiwan memikul tanggung jawab demokrasi.