(Taiwan, ROC) – Menanggapi pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Klub Diskusi Internasional Valdai pada 27 Oktober kemarin yang menyebutkan jika Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (28/10) menyatakan protes yang serius, dan mengutuk keras pernyataan palsu pemerintah Rusia.
MOFA kembali menegaskan, Republik Tiongkok Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka, serta tidak tunduk pada Negeri Tirai Bambu yang otokratis. Rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak pernah memerintah Taiwan selama satu hari pun, dan tentu saja tidak menikmati kedaulatan apapun atas Taiwan. Pemerintah Taiwan menyambut baik interaksi pertukaran dengan seluruh negara dan mitra internasional yang mengakui nilai-nilai hak asasi manusia, supremasi hukum, demokrasi dan kebebasan, serta akan menegakkan kedaulatan nasional dan tidak akan membiarkan penghinaan dan campur tangan dari pemerintah otoriter Negeri Tirai Bambu atau negara lain. Kami akan bersikeras jika masa depan Taiwan harus ditentukan oleh 23,5 juta masyarakat Taiwan. Pemerintah dan rakyat Taiwan tidak akan pernah menyerah pada militer, tekanan politik dan ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah RRT yang totaliter.
MOFA mengemukakan, setelah invasi ilegal Rusia ke Ukraina dan melakukan pembunuhan yang membabi buta terhadap warga sipil yang tak berdosa telah dikutuk dan diberi sanksi oleh negara-negara demokratis di seluruh dunia, termasuk Taiwan. Putin dan pejabat pemerintahnya sengaja menggunakan provokasi negara-negara barat terhadap isu Taiwan sebagai alasan untuk membingungkan khalayak internasional dan mengalihkan fokus agresi Rusia terhadap Ukraina. Taiwan akan terus mendukung Ukraina dan membantu rakyat Ukraina membangun kembali rumah mereka bersama dengan negara-negara berpikiran serupa.
MOFA menunjukkan, baru-baru ini pemerintah otoriter RRT tidak hanya menggalakkan pengutusan lebih dari seribu pesawat militer guna menganggu dan mengintimidasi Taiwan, tetapi juga mengintensifkan operasi kognitifnya terhadap Taiwan dan mengganggu moral rakyat Taiwan. Segala tindakan PKT guna menganggu situasi perdamaian di Selat Taiwan saat ini, dan ambisinya untuk mencaplok Taiwan terlihat sangat jelas. Tindakan provokatif RRT telah secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas Taiwan, kebebasan dan keterbukaan kawasan Indo-Pasifik, serta kemakmuran dan stabilitas dunia. PKT adalah provokator sejati, serta harus dikutuk dan disingkirkan oleh komunitas internasional bersama dengan Rusia.
MOFA menegaskan, dalam menghadapi provokasi arogan dan tidak logis jangka panjang RRT terhadap Taiwan, Taiwan akan terus bekerja sama dengan negara-negara yang berpikiran serupa, memperkuat kemampuan pertahanan diri, memperkuat kekuatan persahabatan internasional, dengan tegas membela nilai universal demokrasi dan kebebasan serta tatanan internasional berbasis aturan, menjaga kebebasan dan keterbukaan kawasan Indo-Pasifik, serta menjaga perdamaian dan stabilitas global.