(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 25 September 2022, kubu konservatif Italia memenangkan suara mayoritas dalam parlemen setempat. Giorgia Meloni yang berasal dari Partai Brothers of Italy memenangkan suara terbanyak, menjadikannya perdana menteri wanita pertama dalam sejarah Italia.
Menanggapi pelantikan posisi PM Italia yang baru, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA), Joanne Ou telah menginstruksikan perwakilannya di Italia untuk menyampaikan ucapan selamat. Di samping itu, Presiden Tsai Ing-wen juga menuliskan surat ucapan khusus , yang berisikan harapan agar kedua negara dapat mempererat hubungan persahabatan di berbagai sektor pada masa-masa mendatang.
Sebelum pemungutan suara oleh anggota kongres digelar, Giorgia Meloni sempat menerima wawancara dengan media Taiwan. Giorgia Meloni menyampaikan, Taiwan adalah mitra dagang strategis bagi Italia dan kawasan Uni Eropa.
Bersama dengan negara penganut paham demokrasi di Eropa, Italia mengutuk keras ancaman militer Tiongkok kepada Taiwan. Permasalahan Taiwan akan menjadi prioritas yang selalu dikedepankan oleh otoritas Italia.
Menanggapi pernyataan Giorgia Meloni, Jubir Joanne Ou menyambut dengan sangat baik. Joanne Ou mengatakan, “Saat menerima wawancara dengan media Inggris sebelumnya, Giorgia Meloni pernah menyampaikan bahwa Italia juga tengah menghadapi pergolakan politik internasional yang besar, meliputi tantangan dari Tiongkok dan Rusia. Italia akan terus mendukung Ukraina dan menjaga tatanan internasional yang sudah ada. Taiwan berharap dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah Italia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni pada masa mendatang. Bersama dengan Italia, maka Taiwan akan mempererat hubungan persahabatan di berbagai sektor.”
Joanne Ou menekankan, Taiwan dan Italia berbagi akan nilai universal, seperti demokrasi, kebebasan dan HAM. Dalam beberapa tahun belakangan, kerja sama kedua belah pihak telah terjalin sangat baik, terutama di sektor ekonomi, kebudayaan, pendidikan dan energi.
Di tengah situasi geo-politik dunia yang tengah semrawut, Taiwan akan membangun fondasi yang kokoh untuk menggelar pertukaran dengan Italia atau negara-negara sehaluan, guna melawan ekspansi paham otoritarianisme.