History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lomba Fotografi One-Forty IV, Wadah bagi Pekerja Migran di Taiwan Berbagi Cerita Melalui Foto & Tulisan

  • 24 October, 2022
  • 陳柏萇
Lomba Fotografi One-Forty IV, Wadah bagi Pekerja Migran di Taiwan Berbagi Cerita Melalui Foto & Tulisan
Foto Karya Pemenang Juara 1 : Untuk Apa Hidup ? Karya Windi Fransisca (Sumber foto: One-Forty)

Lomba Fotografi One-Forty diadakan dari tahun 2019 dengan tujuan sebagai platform untuk pekerja migran di Taiwan dalam berbagi cerita melalui foto & tulisan.

VOM (Voice of Migrants) adalah Lomba Fotografi tahunan yang telah diselenggarakan oleh One-Forty dari tahun 2019 sebagai platform untuk pekerja migran di Taiwan dalam menampilkan karya mereka. Selama empat tahun ini, lomba ini telah menerima lebih dari 2.600 karya foto dan cerita yang menyentuh dan telah ditampilkan melalui pameran fisik dan online. Sampai hari ini, sudah ada lebih dari 200.000 orang yang telah melihat karya-karya pemenang penghargaan.

pameran.png

Pameran Fotografi One-Forty Tahun 2019 di Songshan Cultural Park

One-Forty sebagai penyelenggara lomba adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkomitmen dalam pemberdayaan pekerja migran dari Asia Tenggara. Sejak tahun 2015, One-Forty telah membuka lebih dari 200 kelas untuk 2.500 PMI di Taiwan dan mengumpulkan lebih dari 96.000 followers di platform sosial media mereka.

image

Poster Lomba Fotografi One-Forty IV

Pemenang Juara 1 dari Lomba Fotografi tahun ini berasal dari Indonesia dengan judul karya “Untuk Apa Hidup?” 

Untuk Lomba Fotografi di tahun ini, melalui periode kompetisi selama 2 bulan, telah diterima lebih dari 1.100 karya pekerja migran Indonesia dan Filipina di Taiwan. Dengan tema "Kepingan Kehidupanku di Taiwan" yang merupakan tema yang sangat luas yang bertujuan untuk tidak membatasi kreativitas dari para peserta lomba. Itu sebabnya, karya yang diterima meliputi berbagai aspek konten, seperti tentang kehidupan sehari-hari, pekerjaan, pengalaman atau bahkan tentang tempat-tempat di Taiwan yang pernah dikunjungi.

1 第一名_Windi Fransisca_印尼.jpg

Foto Karya Pemenang Juara 1 : Untuk Apa Hidup ? Karya Windi Fransisca

Pemenang Juara 1 tahun ini berasal dari Indonesia, dengan karya yang berjudul “Untuk Apa Hidup?” oleh Windi Fransisca. Windi membagikan ceritanya ketika menghadapi titik terendah dalam hidupnya, disaat ia mengalami kecelakaan sepeda listrik yang dimana membuat mentalnya terpuruk. Namun, ia tidak menyerah dan kembali bangkit dengan keberanian yang tinggi, menjadikan kejadian ini sebagai sebuah pelajaran yang berharga yang mengajarkannya untuk hidup dengan memberikan inspirasi kepada orang lain karena menurutnya hidup ini adalah perjuangan tanpa henti.

Dalam proses penyeleksian ribuan karya untuk menentukan 31 karya pemenang yang terpilih, ada berbagai pesan kesan dari dewan juri, seperti berikut ini, “Kehidupan seorang pekerja migran adalah perjalanan yang indah, dengan cerita, ketegangan, dan harapan, yang dapat dinikmati di setiap foto. Terima kasih kepada para pekerja migran yang bersedia berbagi kenangan pribadi dengan kami semua. Semoga melalui karya-karya ini, kita dapat saling berdialog terlepas dari bahasa yang berbeda, dan selamat kepada para pemenang tahun ini!”

Acara Penghargaan Lomba Fotografi telah diselenggarakan secara online dengan mempertemukan para pemenang lomba dengan sesama pekerja migran untuk saling belajar dan memberikan motivasi.

Dalam rangka merayakan bersama dengan para pemenang, One-Forty juga merayakan Acara Penghargaan secara online sebagai platform bagi pemenang untuk menceritakan cerita dari balik karya mereka secara langsung dengan pekerja migran yang lain. Ditambah dengan sesi tanya jawab yang menciptakan kesempatan agar pemenang dan peserta dapat saling berinteraksi.

Pemenang juara 1 dari Indonesia, Windi Fransisca secara langsung bercerita tentang karyanya di Acara Penghargaan ini. “Dari pelangi saya belajar bentuk penggambaran dari lika-liku kehidupan. Ketika dihadapkan dengan masalah, pasti ada hikmah dibaliknya, tidak semua kisah selamanya menderita dan terus berisikan air mata karena pelangi pun terlahir dari hujan lebat yang tumpah ruah. Dari hidup ini saya belajar bahwa ketika kita ikhlas menerima, ketika kita bisa mencintai pekerjaan kita, maka pekerjaan itu yang akan memberikan rasa bahagia dan mengantarkan kita kepada kesuksesan.”

Salah satu pemenang lomba, Naviyatul Oktaviya juga mengatakan, “Dari postingan lomba, saya melihat kutipan ‘Setiap cerita layak untuk didengar, dilihat dan diberikan apresiasi‘ yang membuat saya memberanikan diri untuk menampilkan karya saya, berharap bisa menjadi motivasi untuk teman-teman yang lain. Dengan mengikuti lomba ini, saya yang biasanya tidak membagikan cerita saya ke publik jadi terharu ketika cerita saya ternyata didengar oleh orang lain.“

Destiana, salah satu peserta Acara Penghargaan membagikan kesan dan pesannya, “Terharu sekali mendengar cerita dari teman-teman PMI, ternyata bukan hanya saya saja yang mengalami berbagai kesulitan ketika bekerja di Taiwan. Untuk teman-teman semua jangan pernah menyerah untuk menggapai mimpi yang ingin kalian raih, percayalah bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil.”

Tentunya di tahun 2023, Lomba Fotografi One-Forty akan diadakan kembali untuk pekerja migran di Taiwan. One-Forty percaya suara dan kisah perjuangan pekerja migran serta budaya Indonesia sangat layak untuk diperlihatkan ke khalayak luas.

Komentar

Terbarumore