(Taiwan, ROC) – Delegasi negara sahabat Taiwan di Afrika, Eswatini yang dipimpin oleh H. M. King Mswati III melakukan kunjungan kenegaraaan ke Taiwan, dan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyambutnya dengan upacara militer di alun-alun depan Istana Kepresidenan Taiwan pada pagi hari ini (21/10/2022). Dalam sambutannya, Presiden Tsai pertama-tama menyambut kedatangan Raja Mswati III atas nama pemerintah dan rakyat Republik Tiongkok (ROC). Beliau mengemukakan, dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan dan Kerajaan Eswatini saling mendukung satu sama lain, bersama-sama menghadapi tantangan pandemi, dan kerja sama serta pertukaran antara kedua belah pihak menjadi semakin erat.
Presiden Tsai menyampaikan, perbatasan Taiwan telah dibuka sejak tanggal 13 Oktober yang lalu, dan dirinya sangat senang dapat menerima kedatangan Raja Mswati III dan delegasi, serta berharap ke depannya lebih banyak teman internasional dapat datang berkunjung ke Taiwan.
Presiden Tsai mengatakan, ”Saat ini pintu perbatasan negara telah dibuka, merupakan langkah besar bagi Taiwan menuju kehidupan normal. Saat ini, Yang Mulia Raja kembali datang berkunjung setelah 4 tahun, dan kami pun sangat menantikannya. Kami juga berharap melalui kesempatan ini, kedua negara dapat bertukar pandangan secara mendalam tentang berbagai kerja sama dan bersama-sama menciptakan pembangunan yang baru”.
Raja Mswati III menyampaikan, Taiwan adalah teman sejati dan terpercaya Eswatini. Dirinya berterima kasih atas undangan Presiden Tsai, dan ini merupakan kunjungannya yang ke-18 di Taiwan, Taiwan bagaikan rumah keduanya.
Raja Mswati III menuturkan, Kerajaan Eswatini dan Taiwan memiliki 54 tahun hubungan diplomatik yang kuat. Republik Tiongkok (ROC) adalah salah satu negara pertama yang menjalin hubungan diplomatik ketika Kerajaan Eswatini merdeka. Hubungan kedua negara tidak hanya sangat bersahabat, tetapi juga sangat langgeng, kedua belah pihak telah bersama-sama melalui banyak kesulitan dan tantangan.
Dirinya menegaskan, alasan mengapa hubungan kedua negara begitu bersahabat adalah karena didasarkan pada kepentingan nasional dan kemitraan yang setara, lagipula saling menghormati, dan saling berbagi nilai bersama, serta kepercayaaan di antara masyarakat.
Raja Mswati III mengatakan, ”Teman sejati akan menghibur dan membantu Anda di saat-saat yang sulit dan menyedihkan, Taiwan merupakan teman kami yang seperti itu, dan itulah mengapa kami berharap dapat berdiri di sisi Taiwan untuk waktu yang lama.”
Raja Mswati III juga menyampaikan, selama Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), maka berkuranglah faktor penting bagi kemajuan global. Beliau menghimbau PBB untuk mengakui Taiwan yang memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibagikan kepada dunia global, sehingga Taiwan dapat secara bebas dan efektif turut berpartisipasi dalam diskusi serta kegiatan yang berkaitan dengan teknologi, penerbangan sipil, dan organisasi kesehatan global, serta berkontribusi untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.