(Taiwan, ROC) -- Dalam laporan World Economic Outlook untuk periode musim gugur tahun 2022, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada sepanjang tahun 2022 mencapai 3,3%. Atau dengan kata lain, angka ini direvisi meningkat 0.1%, jika dibandingkan dengan laporan musim semi pada bulan April lalu. Tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada tahun 2023 diperkirakan akan berada di kisaran 2,8%. Sedangkan untuk inflasi pada tahun 2022, Taiwan berada di angka 3,1%, yang mana jauh di bawah angka negara lainnya di dunia.
Dalam laporan World Economic Outlook yang dirilis IMF pada tanggal 11 Oktober 2022, memperlihatkan bahwa ekonomi dunia tengah bergejolak menghadapi tantangan yang belum pernah ada sebelumnya. Dunia tengah menghadapi berbagai tantangan dalam menstabilkan perekonomiannya, meliputi tingkat inflasi yang meroket, kondisi finansial yang berantakan, invasi Rusia ke Ukraina dan pandemi COVID-19 yang berkepanjangan.
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan direvisi menurun, dari 6,0% pada tahun 2021, menjadi 3,2% pada tahun 2022 dan 2,7% pada tahun 2023. Sedangkan untuk tingkat inflasi global, diperkirakan akan meningkat dari 4,7% pada tahun 2021, menjadi 8,8% pada tahun 2022 dan baru akan menurun pada tahun 2023 dengan kisaran 6,5%, dan 4,1% pada tahun 2024.
Laporan tersebut juga memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada tahun 2022 dan 2023 akan berada di kisaran 3,3% dan 2,8%. Jika dibandingkan dengan data di bulan April, maka angka tersebut direvisi naik sebesar 0,1% pada tahun ini, dan menurun 0.1% pada tahun mendatang. Sedangkan untuk tekanan inflasi, Taiwan jauh lebih rendah jika dibandingkan negara lain di dunia, dengan perkiraan 3,1% pada tahun 2022 dan 3,2% pada tahun 2023. Di samping itu, tingkat pengangguran di Taiwan pada tahun 2022 dan 2023 masih berada di kisaran 3,6%.
Untuk negara-negara di benua Asia, tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok direvisi turun, dari 8,1% pada tahun lalu, menjadi 3,2% pada tahun 2022 dan 4,4% pada tahun 2023. Di samping itu tingkat inflasi Tiongkok akan berada di kisaran 2,2% pada tahun 2022 dan 2023. Laju pertumbuhan ekonomi Jepang untuk tahun 2022 diprediksi berada di kisaran 1,7%, dan 1,6% pada tahun mendatang. Sedangkan tingkat inflasi berkisar 2,0% pada tahun 2022 dan 1,4% pada tahun 2023.
Tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun 2022 berada di kisaran 2,6% dan 2,0% pada tahun 2023, dengan tingkat inflasi 5,5% (2022) dan 3,8% (2023). Tingkat pertumbuhan ekonomi Singapura pada tahun 2022 berada di kisaran 3,0% dan 2,3% pada tahun 2023, dengan tingkat inflasi 5,5% (2022) dan 3,0% (2023). Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi di Hong Kong pada tahun ini melambat, dengan kisaran -0,8%. Situasi baru mulai membaik pada tahun 2023, dengan kisaran mencapai 3,9%. Tingkat inflasi di Hong Kong pada tahun 2022 berada di kisaran 1,9% dan 2,4% pada tahun 2023.