(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan pengumuman laporan terbaru industri tenaga nuklir, perbandingan penggunaan energi nuklir kembali mencatat rekor terendah, bahkan untuk perdana tingkat penggunaan energi tenaga angin dan solar melampaui energi nuklir, dalam laporan juga mengingatkan risiko energi nuklir dari perang Rusia.
Pakar Sumber Energi Jerman, Mycle Schneider mengumumkan “World Nuclear Industry Status Report” pada tanggal 5 Oktober di Berlin, dalam laporan mengemukakan, hingga pertenggahan tahun ini, pengoperasian pembangkit listrik tenaga listrik dunia mengalami penurunan menjadi 411 PLTN dari 33 negara, hanya 9,8% dari seluruh cakupan pembangkit listrik, mengores rekor terendah terbaru selama 40 tahun terakhir ini; sebaliknya penggunaan pembangkit listrik tenaga angin dan solar jumlahnya mencapai 10%, untuk perdana melampaui PLTN.
Meningkat pesatnya harga sumber energi, mendorong Jepang dan negara-negara lainnya kembali menggunakan PLTN, tetapi Mycle Schneider membantah bahwa PLTN menjadi tren global. Ia mengatakan, “Situasi kenyataan yang ada dari industri energi nuklir dengan persepsi media dan pembuat kebijakan nuklir sebagai teknologi di masa mendatang, sangat mengejutkan orang.”
Mycle Schneider juga mengungkapkan, jika dilihat dari perbandingan baik dari jumlah transformasi bisnis atau pembangkit listrik, masa jaya dari PLTN sudah berlalu puluhan tahun lalu, hampir 90% dari pembangunan industri nuklir adalah negara dengan pembuat persenjataan nuklir dengan lokasi kebanyakan di benua asia dan Eropa Timur. Mycle Schneider memperkirakan, energi nuklir akan terus berkembang, tetapi untuk Benua Eropa dan Amerika, energi nuklir perlahan-lahan akan digantikan dengan energi solar dan angin.
Mycle Schneider adalah pakar sumber energi ternama Eropa yang berdomisili di Paris. Sejak tahun 1992 ia mengumpulkan pakar-pakar energi nuklir penting dari berbagai negara untuk membuat laporan terkait industri energi nuklir dunia, Mycle sendiri sempat datang berkunjung ke Taiwan pada tahun 2012.