History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pesawat Tiongkok Terus Mengitari Taiwan, Ketua CAA: Taiwan Harus Disertakan dalam ICAO

  • 27 September, 2022
  • 尤繼富
Pesawat Tiongkok Terus Mengitari Taiwan, Ketua CAA: Taiwan Harus Disertakan dalam ICAO
Pesawat Tiongkok Terus Mengitari Taiwan, Ketua CAA: Taiwan Harus Disertakan dalam ICAO

(Taiwan, ROC) --- Pesawat milik Tiongkok terus mengudara dan berputar di langit Taiwan. Tindakan semena-mena tersebut dicemaskan dapat memberikan ancaman tersendiri bagi Taiwan, serta bisa mempengaruhi Wilayah Informasi Penerbangan (FIR), termasuk Kota Taipei. Wakil Direktur Civil Aeronautics Administration (CAA) yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan (MOTC) – Lin Chun-liang (林俊良) menyampaikan, ini adalah waktunya bagi Taiwan untuk bergabung dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan ROC di Kanada, yaitu Tseng Hou-jen (曾厚仁).

Taiwan kembali tidak menerima undangan untuk menghadiri pertemuan tahunan ICAO, yang digelar pada tanggal 27 September 2022. Delegasi Taiwan yang dipimpin oleh Lin Chun-liang mengadakan konferensi pers internasional di Montreal, Kanada pada tanggal 26 September 2022. Dalam pertemuan pers tersebut, Lin Chun-liang meminta agar Taiwan diikutsertakan dalam organisasi internasional tersebut.

Lin Chun-liang mengatakan, Taiwan adalah satu-satunya yang memiliki wewenang atas Wilayah Informasi Penerbangan di atas Kota Taipei. Hingga tahun 2019, kapasitas kunjungan Bandara Taipei telah mencapai lebih dari 72 juta orang. Apalagi maskapai penerbangan Taiwan juga memiliki peringkat baik di dunia.

Kinerja Bandara Internasional Taoyuan sebelum masa pandemi COVID-19 juga telah diakui banyak pihak. Atas alasan-alasan tersebutlah, maka Taiwan sudah sepatutnya disertakan dalam keanggotaan ICAO.

Lin Chun-liang menuturkan, Wilayah Informasi Penerbangan Taipei adalah salah satu dari 300 di dunia, yang memainkan peran penting di Asia Timur dan menjadi jalur penerbangan regional yang sangat padat. Ia melanjutkan, tindakan pesawat militer Tiongkok yang terus mengitari Taiwan baru-baru ini, tidak hanya mengancam Wilayah Informasi Penerbangan Taipei, melainkan juga akan mempengaruhi kawasan di sekitarnya.

Pertemuan tahunan ICAO akan digelar besok (waktu Taiwan), dengan berfokus pada pemulihan kembali hubungan komunitas dunia. ICAO sudah seharusnya mempertimbangkan keikutsertaan Taiwan, terutama di tengah masa pasca pandemi. Taiwan di lain pihak bersedia berbagi pengalamannya dengan komunitas dunia, guna memberikan kontribusi dalam menghadirkan jalur penebangan global yang aman.

Tseng Hou-jen menekankan, beberapa negara percaya bahwa keinginan Taiwan untuk berpartisipasi dalam ICAO memiliki muatan politik, tetapi jika menilik situasi terakhir yang berkembang di Selat Taiwan, maka jelas terlihat bahwa keselamatan jalur penerbangan sipil dunia mempunyai hubungan erat dengan masalah politik.

Ia menambahkan, kunjungan Ketua DPR AS – Nancy Pelosi ke Taiwan pada bulan Agustus lalu, harus berujung pada latihan militer tentara Tiongkok, yang mana hal ini mempengaruhi keamanan wilayah penerbangan di atas Kota Taipei.

Komunitas dunia harus memahami bahwa tindakan Tiongkok jelas sudah melanggar peraturan ICAO, yang bisa berdampak pada keselamatan penerbangan Taiwan dan negara-negara di sekitar. Isu besar ini sudah sepatutnya disertakan dalam pembahasan ICAO.

Komentar

Terbarumore