(Taiwan, ROC) - Tingginya konsumsi junk food oleh remaja di Taiwan telah membahayakan kesehatan mereka, dan situasi ini semakin buruk seiring popularitas platform pengiriman makanan selama pandemi COVID-19, demikian berdasarkan hasil sebuah survei yang diumumkan pada hari Minggu.
Menurut survei tahun 2022 yang menargetkan siswa sekolah menengah oleh Child Welfare League Foundation R.O.C., 70% responden makan permen atau makanan ringan setidaknya sekali setiap minggu, 60% membeli minuman manis sekali setiap minggu, dan hampir 25% mengonsumsi junk food setiap hari.
Sambil mengetengahkan bahwa ini adalah masalah yang membutuhkan perhatian lebih besar dari orang tua, pihak yayasan juga memperingatkan, meningkatnya penggunaan platform pengiriman makanan selama pandemi telah memperburuk situasi di antara siswa sekolah menengah.
Menurut survei, 33% responden menggunakan layanan pesan-antar makanan setidaknya dua kali seminggu, sementara rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa 70% dari kelompok tadi menggunakan layanan itu untuk memesan makanan, diikuti oleh 55,5%, 41,2% dan 31,4% yang masing-masing memesan minuman, makanan ringan dan gorengan.
Para remaja yang kerap mengonsumsi junk food ini, jelas pihak yayasan, ditemukan rentan terhadap gangguan kesehatan seperti kelelahan, lesu atau insomnia; dan pihak yayasan juga menemukan bahwa anak-anak yang orang tuanya sering makan junk food cenderung 2-3 kali lebih sering melakukan hal yang sama dibandingkan dengan mereka yang orang tuanya makan lebih sehat.
Itulah mengapa orang tua harus mengembangkan kebiasaan diet sehat dan lebih sering makan bersama anak-anak mereka, saran yayasan tersebut.
Selain itu, Child Welfare League Foundation menyarankan agar pemerintah mewajibkan platform pengiriman makanan untuk memberikan rincian tentang kandungan kalori, gula, dan kafein untuk minuman.
Mengutip Survei Gizi dan Kesehatan dari pemerintah Taiwan antara 2017-2020, yayasan tersebut mengatakan bahwa 26% hingga 30% orang berusia 7-18 tahun di Taiwan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.