(Taiwan, ROC) – Kementerian Keuangan (MOF) Taiwan pada kemarin (22/9) menunjukkan, Moody’s selaku lembaga pemeringkat kredit internasional menegaskan manajemen fiskal Taiwan yang hati-hati dan kinerja ekonomi yang solid, serta mempertahankan peringkatnya di Aa3. Namun, mengingat meningkatnya risiko geopolitik di kedua sisi selat Taiwan, ditakutkan dapat menjadi risiko potensial bagi perkembangan fiskal dan ekonomi di kemudian hari, serta prospeknya pun disesuaikan dari “positif” menjadi “stabil”.
Melalui pers rilis yang dipublikasikan MOF pada kemarin malam mengutip pernyataan dari Moody’s yang mengemukakan, Moody’s menegaskan kekuatan pembangunan ekonomi dan manajemen keuangan Taiwan yang hati-hati, kepemimpinan industri teknologi tinggi akan terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, tingkat pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang secara signifikan lebih baik daripada tingkat Aa yang lainnya. Kebijakan fiskal yang efektif dan manajemen utang yang hati-hati juga memungkinkan Taiwan memiliki kapasitas fiskal yang lebih besar daripada rekan-rekannya dalam mengatasi pengeluaran struktural jangka panjang seperti pertahanan, penuaan, dan rumah rendah karbon, serta potensi kejutan eksternal.
MOF menunjukkan, guna menanggapi perkembangan situasi politik dan ekonomi serta sejalan dengan prioritas kebijakan saat ini, anggaran umum pemerintah pusat 2023 telah meningkatkan pengeluaran untuk pembangunan publik, pertahanan nasional, penuaan populasi, dan langkah-langkah pengurangan karbon, serta memperluas skala pendapatan tahunan. Pada saat yang sama, dalam beberapa tahun terakhir ini juga telah mewujudkan sinergi pada kebijakan-kebijakan keuangan pemerintah dan diyakini dapat bertumbuh seiring waktu. Pada tahun 2023, rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang terhadap rata-rata PDB nominal pada tiga tahun pertama diperkirakan akan sedikit berkurang menjadi 1,6% dan 31%, dan tetap terus mempertahankan stabilitas dan ketahanan fiskal.
MOF menunjukkan jika beban pajak mencerminkan situasi pajak suatu negara. Taiwan mengadopsi kebijakan pajak ringan dan administrasi yang disederhanakan, serta mengadopsi langkah-langkah pengurangan dan pembebasan pajak yang relevan dalam menanggapi kebutuhan pembangunan sosial dan ekonomi. Tarif beban pajak masih wajar, dan juga dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan ekonomi.