History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gempa Dahsyat di Taitung Guncang Seluruh Taiwan, 1 Meninggal, 146 Luka

  • 19 September, 2022
  • 陳志勇
Gempa Dahsyat di Taitung Guncang Seluruh Taiwan, 1 Meninggal, 146 Luka
Kediaman warga bertingkat tiga di Desa Yuli, Hualien, runtuh di tengah gema dahsyat Taitung 18 September.

(Taiwan, ROC) - Serangkaian gempa dahsyat dengan guncangan yang dirasakan di hampir seluruh Taiwan terjadi di Kabupaten Taitung sejak Sabtu malam, menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah bangunan dan infrastuktur transportasi. Masih untung, hingga batas waktu berita ini, jumlah korban meninggal hanya satu orang, yang mengalami luka 146 orang.

Gempa pertama dengan magnitudo 6,4 terjadi pada pukul 21:41 Sabtu malam. Pusat gempa terletak dekat zona seismik di Desa Guanshan, Kabupaten Taitung di Taiwan timur. Guncangan dirasakan paling kuat dengan intensitas 6 di Dewa Chishang di Taitung, disusul intensitas 5 di Desa Fuli di Hualien, Kota Taitung dan Distrik Nanzih di Kaohsiung.

Setelah itu, Biro Cuaca Sentral (CWB) mencatat lebih dari 70 gempa susulan sebelum sebuah gempa dahsyat lain dengan magnitudo 6,8 terjadi pada pukul 14:30 Minggu siang. Pusat gempa ini terletak di Desa Chishang, 42,7 kilometer utara dari Balai Kabupaten Taitung, dengan kedalaman 7 kilometer. Kali ini, guncangan dirasakan di hampir seluruh Taiwan, termasuk Penghu di lepas pantai barat daya Taiwan.

Tidak lama setelah gempa yang kemudian dianggap sebagai gempa utama dalam serangkaian gempa selama dua hari ini, sebuah kediaman warga bertingkat tiga di Desa Yuli, Hualien, dilaporkan runtuh. Pegawai toko konvenien di lantai satu sempat melarikan diri melalui jendela, sementara tiga warga yang terperangkap, termasuk seorang wanita dan anak perempuannya berusia 5 tahun yang kebetulan sedang berada di dalam toko, dan pemilik bangunan yang sudah berusia lanjut, juga berhasil diselamatkan dalam kurun waktu tiga jam.

Gempa juga merobohkan Jembatan Gaoliao, Luntien dan Yuli di Hualien. Menurut laporan, tiga orang berhasil diselamatkan dari Jembatan Gaoliao yang rusak berat dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun di Yuli, seorang pekerja pabrik semen meninggal setelah terkena puing-puing yang berjatuhan.

Gempa beruntun juga mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur dan memengaruhi transportasi di sejumlah tempat. Salah satu yang paling serius adalah tertabraknya kereta ekspres Tze-chiang rute Hualien-Taitung oleh kanopi platform beton yang jatuh di Stasiun Dongli, menyebabkan enam gerbong tergelincir.

Masih untung, semua dari 20 penumpang di atas kereta telah berhasil diselamatkan, tapi insiden tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan rel, memaksa Direktorat Jenderal Perkeretaapian Taiwan (TRA) mengumumkan penangguhan sementara layanan kereta rute Hualien-Taitung pada Minggu sore.

Di lain pihak, gempa mengakibatkan putusnya listrik di lebih dari 7.000 rumah tangga di Desa Yuli, sementara di Taipei, New Taipei, Tainan dan Kaohsiung juga ada laporan putusnya suplai listrik.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan mendata 72 sekolah di seluruh Taiwan mengalami kerusakan, di mana total kerusakan awal hingga Minggu malam diperkirakan senilai NT$4,61 juta.

Tidak lama setelah gempa utama terjadi pada Minggu siang, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) yang sedang mengadakan lawatan menegaskan, Pusat Operasi Darurat Sentral telah diinstruksikan untuk memasuki kondisi darurat paling tinggi untuk mengkoordinasikan tanggapan, penanganan dan pertolongan korban gempa, dan meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya aktivitas seismik yang masih berlanjut.

Presiden Tsai mengatakan, “Masih ada gempa susulan yang akan terjadi. Saya meminta semua warga di Taiwan untuk meningkatkan kewaspadaan, juga memerhatikan informasi tepat terbaru yang dirilis oleh pemerintah.”

Menurut pemantauan Pusat Seismologi CWB, dari gempa utama pada hari Minggu siang hingga pukul 11:00 Senin pagi, kembali ada lebih dari 70 gempa susulan yang tercatat, termasuk satu yang magnitudonya mencapai 5,9 pada pukul 10:07 Senin pagi. CWB mengingatkan, gempa susulan dengan manca intensitas masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, warga diminta untuk waspada.

Komentar

Terbarumore