History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri Pertahanan Jerman: Jerman Khawatir dengan Aksi Tindakan Militer TPR Daratan Tiongkok

  • 17 September, 2022
  • 譚雲福
Menteri Pertahanan Jerman: Jerman Khawatir dengan Aksi Tindakan Militer TPR Daratan Tiongkok
Menteri Pertahanan Jerman: Jerman Khawatir dengan Aksi Tindakan Militer TPR Daratan Tiongkok

        (Taiwan, ROC) – Menteri Pertahanan dan Keamanan Jerman, Christine Lambrecht pada hari Sabtu tanggal 16 September waktu setempat saat diwawancarai oleh media Reuters menyampaikan bahwa pihak Jerman terus melakukan pemantauan dan khawatir akan aksi tindakan militer TPR Daratan Tiongkok, yang tengah melakukan latihan militer dengan pasukan tentara Rusia. Dalam saat yang bersamaan, Christine Lambrecht juga kembali menegaskan janji akan landasan yang mendasar dan teratur dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Indo Pasifik, untuk itu pihaknya belakangan ini juga terus aktif hadir di kawasan Indo Pasifik.

        Adapun hal yang paling memicu perhatian pihak Jerman adalah invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlangsung hingga saat ini, namun hal tersebut tidak berarti pihak Kongres Jerman mengesampingkan perkembangan perdamaian di kawasan lainnya, baik kawasan barat Balkan ataupun kawasan Indo Pasifik. Ia menjelaskan bahwa invasi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

        Christine Lambrecht mengatakan, “Kami tentu saja akan terus memperhatikan aksi tindakan pasukan TPR Daratan Tiongkok, bahkan juga akan terus memantau setiap langkah dan gerakan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok.”

        Sehubungan dengan peringatan akan semakin besarnya ambisi pihak Daratan Tiongkok dalam hal wilayah kedaulatan, bahkan juga berani melakuan berbagai aksi yang berisiko terhadap hubungan perdagangan terbesar yang dimiliki, maka pihak Jerman akan berupaya bergabung bersama-sama dengan negara lainnya, menunjukkan kemampuan dalam menjaga perkembangan perdamaian di kawasan Indo Pasifik.

        Tahun lalu, pihak Jerman untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir mengutus kapal induk untuk berlayar memasuki kawasan Laut Tiongkok Selatan, selain itu juga mengutus 13 pesawat tempur dalam satu bulan untuk melakukan latihan militer bersama dengan pasukan Australia.

        Christine Lambrecht menjelaskan bahwa dengan adanya pangkalan yang dibentuk dan pengutusan pasukan militer, kami berupaya untuk memberikan informasi jelas dan benar, jika kami berada di bagian pasukan sekutu dengan landasan yang mendasar dan teratur.

        Christine Lambrecht menyampaikan bahwa jika setiap pasukan memiliki perlengkapan artilerinya sendiri, oleh sebab itu maka membutuhkan latihan militer bersama dengan setiap negara, dan memastikan jika setiap permasalahan dapat diselesaikan.

        Bagi pihak Australia sendiri, dengan adanya latihan militer tersebut, maka ia memainkan kunci yang penting, mewujudkan janji yang dilontarkan oleh pihak Jerman dalam menjaga perdamaian di kawasan Indo Pasifik dan juga sekaligus tugas yang diemban sebagai salah satu negara anggota NATO.

        Ketika ditanya apakah Jerman juga akan bersamaan dengan pihak Amerika, mengutus kapal induk untuk berlayar di Selat Taiwan, Christine Lambrecht menyampaikan bahwa sikap yang mereka ambil adalah tidak melakukan provokasi atau meningkatan sensitivitas keamanan yang ada, melainkan akan terus berupaya menurunkan emosi yang ada di kawasan Selat Taiwan.

        Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok yang berkembang dengan pesat, maka pihak Jerman dan Daratan Tiongkok telah menjalin hubungan perdagangan yang saling menguntungkan satu sama lain, namun Christine Lambrecht menjelaskan jika pihak Jerman juga telah menerima pelajaran yang berharga dalam masalah invasi Rusia ke Ukraina, maka pihak Jerman juga tidak akan lagi menggantungkan harapan yang terlampau tinggi terhadap satu negara saja.

Komentar

Terbarumore