History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NATO: Sanksi yang Dijatuhkan telah Menghancurkan Kemampuan Rusia dalam Memproduksi Senjata Muktahir

  • 17 September, 2022
  • 譚雲福
NATO: Sanksi yang Dijatuhkan telah Menghancurkan Kemampuan Rusia dalam Memproduksi Senjata Muktahir
NATO: Sanksi yang Dijatuhkan telah Menghancurkan Kemampuan Rusia dalam Memproduksi Senjata Muktahir

(Taiwan, ROC) – Kepala Dewan NATO, Rob Bauer pada hari Sabtu tanggal 16 September waktu setempat membeberkan kepada media Reuters, bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat telah berhasil merusak kemampuan pihak Rusia dalam memproduksi senjata muktahir seiring dengan sikap invasi yang dilakukan oleh pihak Rusia ke Ukraina. Namun, ia juga menjelaskan meskipun demikian pihak industri Rusia juga masih mampu memproduksi amunisi skala besar.

Amerika, Uni Eropa dan negara-negara lainnya, sejak Rusia melakuan aksi invasi ke Ukraina pada tanggal 24 Februari, telah menjatuhkan berbagai macam sanksi terhadap Moskow, di antaranya menghentikan semua bentuk penjualan sistem teknologi militer modern.

Di waktu yang bersamaan, Rob Bauer yang juga selaku Laksamana Angkatan Laut Belanda, mengatakan, “Mereka (Rusia)” semakin hari semakin terdesak, hal ini disebabkan karena peralatan militer yang mereka miliki membutuhkan banyak komponen terkait, dimana banyak yang berasal dari negara-negara industri barat.”

Ia melanjutkan, “Kini kami melihat bagian produksi manufaktur yang ada, ada satu masalah besar, yakni perbaikan rudal pesawat tempur dan juga perbaikan dalam senjata muktahir yang ada.”

Perwakilan tingkat tinggi Komite Bidang Keamanan dan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell menjelaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa kini telah menciptakan sebuah kerugian teknis yang sangat besar, yang terparah adalah memberikan pengaruh akan kemampuan manufaktur pihak Moskow dalam memproduksi senjata perang.

Josep Borrell menjelaskan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, sebenarnya telah sama-sama membuat kedua belah pihak menghadapi tantangan, yakni perang tradisional zaman lampau terus berlangsung hingga puluhan tahun dan tidak pernah berakhir dalam waktu singkat, menghadapi kehabisan kebutuhan perlengkapan militer.

Komentar

Terbarumore