(Taiwan, ROC) – Jenderal Anthony Cotton, selaku komandan strategi perang yang ditunjuk oleh Presiden Joe Biden memberikan peringatan, bahwa Daratan Tiongkok selaku negara yang memiliki kekuatan dalam persenjataan dengan bahan material nuklir, telah memberikan ancaman bagi keamanan dan perdamaian dunia. Ia menjelaskan bahwa senjata nuklir yang dimiliki oleh Amerika, mampu digunakan untuk menangkal tindakan yang berkelanjutan dari pihak Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina, maka hal tersebut juga dapat digunakan untuk menangkal pihak Daratan Tiongkok jika hendak menyerang Taiwan.
Media The Washington Post dan Media Stars and Stripes memberitakan, Jendral AU Amerika Anthony Cotton pada hari Kamis tanggal 15 September waktu setempat, saat mengikuti rapat dewan komisi urusan kemiliteran menyampaikan sejak tahun 2018 hingga saat ini, pihak Amerika memantau adanya perkembangan yang sangat signifikan berkenaan dengan persenjataan nuklir yang ada di daratan Tiongkok. Pada saat itu, hasil pemantauan menyebutkan bahwa Beijing dikategorikan masuk dalam daftar pihak yang memiliki kemampuan nuklir skala rendah. Jendral Anthony Cotton menyebutkan jika Pentagon juga mengklasifikasikan ambisi Daratan Tiongkok sebagai negara yang memiliki kehendak untuk menguasai kedaulatan kawasan.
Namun seiring dengan adanya perubahan yang terjadi belakangan ini, maka kemampuan pihak Daratan Tiongkok yang terus melakukan pengembangan dalam bidang persenjataan nuklir, bahkan mulai telah bersikap menyatakan diri bersaing dengan Amerika atau negara sekutu lainnya.
Meskipun laporan terbaru dari Pentagon berkenaan dengan perkembangan senjata nuklir yang dimiliki oleh pihak Daratan Tiongkok, baru saja masih diajukan ke Senat Amerika pada bulan Maret silam dan belum diumumkan, namun merujuk kepada pernyataan yang diberikan oleh Anthony Cotton, maka dapat dikatakan menjadi sebuah bagian yang hendak disuarakan kepada dunia luar.
Anthony Cotton mengatakan, “Kami melihat adanya perkembangan senjata nuklir yang sangat signifikan, jika menurut saya, hal tersebut bukan lagi menjadi bagian kategori kemampuan skala rendah, namun sebenarnya kini mereka telah memiliki kemampuan, bahan material dan nilai, 3 in 1.”