(Taiwan, ROC) – Resolusi “Situasi Selat Taiwan” yang disahkan oleh sidang pleno Parlemen Eropa, mengecam keras latihan militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengepung Taiwan, serta menegaskan penentangannya terhadap perubahan status quo di selat Taiwan secara sepihak dan segala ancaman penggunaan kekuatan, menggarisbawahi cara hidup di Taiwan yang demokratis harus diputuskan oleh rakyat Taiwan, dan menuntut Negeri Tirai Bambu dapat sepenuhnya menghormati garis tengah selat Taiwan, serta segera menghentikan operasi militer yang melanggar zona identifikasi pertahanan udara dan zona abu-abu Taiwan. Secara bersamaan juga menentang paksaan ekonomi RRT terhadap Taiwan, negara-negara demokrasi regional, dan negara-negara anggota Uni Eropa (UE), serta dengan jelas menyatakan jika pihaknya akan terus memperkuat pertukaran kunjungan dan komunikasi antara parlemen kedua belah pihak.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (16/9) mengemukakan, Taiwan akan dengan tegas mempertahankan demokrasi, kebebasan, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan nilai-nilai universal lainnya, serta bersama-sama menjaga tatanan internasional berbasis aturan, dan kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan sejahtera dengan negara-negara di seluruh dunia.
Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, ”Resolusi situasi selat Taiwan merupakan dokumen persahabatan Taiwan ke-8 yang disahkan oleh Parlemen Eropa pada tahun ini, tidak hanya prihatin atas perilaku RRT yang merusak status quo di selat Taiwan sebagai konten utama, tetapi juga terus mendorong Taiwan dan UE untuk dapat memperdalam pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang. Sebagai anggota yang bertanggung jawab di kawasan indo-Pasifik, Taiwan akan terus bekerja sama secara aktif dengan UE, negara-negara anggota UE dan mitra-mitra yang berpikiran serupa, guna menjaga perdamaian dan stabilitas di selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik, serta bersama-sama melawan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim otoriter terhadap tatanan internasional.
MOFA menyampaikan, menyusul persetujan bulat dari laporan pertama tentang “Hubungan dan Kerjasama Politik Taiwan-Uni Eropa” oleh parlemen Eropa pada Oktober tahun lalu, kembali mencantumkan 26 saran terkait provokasi militer Negeri Tirai Bambu di Selat Taiwan serta penguatan hubungan bilateral antara Taiwan dan Uni Eropa, mencakup melanjutkan pendalaman kerja sama antara Taiwan dan Uni Eropa di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, dan politik. Secara bersamaan juga merasa gembira dapat melihat Lituania yang mendirikan kantor perwakilan perdagangan di Taiwan, serta mendorong negara-negara anggota UE yang belum mendirikan kantor perwakilan di Taiwan untuk mempertimbangkannya dan mengikuti jejak langkah Lituania, serta terus menyerukan Komisi Eropa untuk mengubah nama Kantor Ekonomi dan Perdagangan Eropa, mendesak Uni Eropa untuk memulai persiapan negosiasi perjanjian investasi Taiwan-UE sesegera mungkin, dan menegaskan kembali jika Parlemen Eropa sangat mendukung partisipasi Taiwan yang berarti dalam organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).