(Taiwan, ROC) – Satgas Khusus Ditjen Imigrasi Kota Taipei terus melakukan penyelidikan terhadap imigran gelap. Pada 14 September yang lalu, pihaknya bersama dengan unit keamanan publik terkait melakukan inspeksi di distrik Beitou, distrik Xinyi, dan distrik Wanhua kota Taipei. Sejumlah pekerja migran ilegal dilaporkan bergegas memanjat tembok untuk melarikan diri, setelah melihat petugas berwajib memasuki lokasi konstruksi tempat mereka bekerja, untungnya para petugas berhasil mengepung dan menangkap mereka dengan menggunakan mobil.
Wakil Kapten Satgas Khusus Kota Taipei, Fan Kuo-tao (范國濤) pada hari ini (16/9) mengemukakan, menyelidiki dan menghukum para imigran ilegal adalah salah satu tugas utama Ditjen Imigrasi, dan menghimbau para kontraktor yang tidak bermoral untuk tidak mengambil risiko dan mempekerjakan pekerja migran illegal, jika tidak maka sesuai UU yang ada mereka bisa dikenakan sanksi denda paling tinggi sebesar NT$750.000.
Fan Kuo-tao (范國濤) mengatakan, ”Untuk merekrut orang asing di Taiwan, maka perlu mengajukan izin perekrutan di Kementerian Tenaga Kerja. Jangan tergoda dan mengambil risiko dengan mempekerjakan orang asing yang tidak jelas identitasnya secara ilegal, karena hal tersebut telah melanggar “UU Layanan Ketenagakerjaan” dengan sanksi denda paling tinggi yakni sebesar NT$ 750.000. Menyelidiki dan menghukum imigran gelap adalah pekerjaan utama Ditjen Imigrasi, Satgas Khusus Kota Taipei akan terus memperkuat inspeksi imigran ilegal guna melindungi pasar kerja serta hukum dan ketertiban sosial di Taiwan.”
Satgas Khusus Kota Taipei menunjukkan, dalam proses penyelidikan yang berlangsung pada tanggal 14 September yang lalu diketahui jika beberapa kontraktor konstruksi menggunakan kombinasi pekerja migran kaburan untuk bekerja di lokasi konstruksi guna menekan biaya modal, dan pada saat mengetahui adanya petugas berwajib memasuki lokasi konstruksi, mereka pun meminta pekerja migran yang direkrut secara legal untuk maju dan diperiksa. Meskipun para pekerja migran kaburan mencoba untuk melarikan diri, namun pada akhirnya tetap tertangkap. Satgas Khusus pun menghimbau para kontraktor untuk tidak menggunakan yang legal guna menutupi yang ilegal dalam upayanya menghindari inspeksi.