(Taiwan, ROC) -- Selain melancarkan serangan secara tertulis atau militer, otoritas Tiongkok juga terang-terangan menghalangi partisipasi Taiwan di panggung internasional. Peristiwa serupa kembali terjadi pada tanggal 13 September 2022, kontestan Miss Asia Global asal Taiwan, Kao Man-jung (高曼容) mendapat intimidasi Tiongkok, sehingga tidak dapat naik ke panggung “2022 World Congress on Information Technology (WCIT)” di Penang Malaysia. Rekaman video yang memperlihatkan Kao Man-jung tengah menangis pun menimbulkan ragam reaksi dari banyak warganet.
Karen Yu (余宛如) selaku Kepala Biro Teknologi Informasi Pemerintah Kota Taoyuan, juga menghadiri upacara pembukaan 2022 World Congress on Information Technology. Melalui akun Facebooknya, Karen Yu menyampaikan, saat itu seluruh kontestan Miss Asia Global dari setiap negara dipersilakan naik ke atas panggung untuk menyapa tamu undangan dengan menggunakan bahasa masing-masing.
Karen Yu menyampaikan, saat Kao Man-jung hendak naik ke atas panggung, tiba-tiba ia diminta untuk berhenti. Peristiwa tersebut tentu membuat banyak orang terkejut, termasuk Karen Yu.
Pada saat itu, Karen Yu tidak tau alasan mengapa langkah Kao Man-jung dihentikan. Saat seluruh kontestan telah berdiri di atas panggung dan mengibarkan bendera dari negara masing-masing, barulah Karen Yu tau bahwa panitia penyelenggara melarang Kao Man-ju naik ke atas panggung, dikarenakan adanya intimidasi dari Tiongkok.
Karen Yu pun langsung menyerukan dengan suara yang cukup lantang, “Penindasan Tiongkok terhadap Taiwan terjadi dimana-mana, bahkan dalam pertemuan akbar WCIT.”
Karen Yu mengatakan, “Saya telah merekam seluruh kejadian yang ada. Kao Man-jung tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan air matanya. Pada saat ini, seluruh tim delegasi Taiwan menerikkan Taiwan Go, berusaha menyemangati Kao Man-jung. Pada saat yang sama, juga memberitahukan kepada tamu lainnya, bahwa kontestan Taiwan juga hadir dalam acara tersebut. Akhirnya saya mendekati dan menyemangati Kao Man-jung. Pihak panitia WCIT juga akhirnya meminta maaf kepada Kao Man-jung. Pihak penyelenggara menjelaskan, mereka mendapat tekanan untuk jangan mempersilakan kontestan asal Taiwan naik ke atas panggung.”
Karen Yu menekankan, penindasan Tiongkok terhadap negara-negara penganut paham demokrasi sangatlah tidak dapat diterima. Taiwan harus memaksimalkan kerja sama dengan negara-negara sepaham lainnya dan bersatu saling menyemangati antar satu dengan yang lain.
Menanggapi rentetan intimidasi yang dilancarkan Tiongkok kepada Taiwan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengutuk keras dan menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam. MOFA juga telah meminta Kantor Perwakilan di Malaysia untuk mengajukan protes serius kepada pihak penyelenggara.
MOFA menuturkan, intimidasi terhadap pihak penyelenggara di Malaysia yang kemudian melarang Kao Man-jung naik ke panggung dan mengibarkan bendera, telah menjadi fakta dari semakin brutalnya penindasan Tiongkok kepada Taiwan. Tindakan tersebut juga memaksa komunitas dunia untuk menerima klaim sepihak Tiongkok yang berlandaskan kebohongan dan menyimpang dari fakta yang ada.
MOFA menekankan, Taiwan adalah negara demokrasi dan berdaulat. Masyarakat Taiwan berhak memperlihatkan identitas dan mengibarkan bendera mereka di panggung internasional. Praktik penindasan Tiongkok atas Taiwan hanya akan merenggangkan hubungan lintas selat.
MOFA juga sepenuhnya mendukung Kao Man-jung atau warga lainnya untuk terus berbicara mewakili Taiwan di setiap panggung internasional, melalui keahlian masing-masing.