(Taiwan, ROC) - Empat kasus lokal baru demam berdarah dengue (DBD) dikonfirmasi di Distrik Cianjhen Kaohsiung pada hari Minggu, dengan demikian total kasus lokal DBD di Taiwan tahun ini telah meningkat menjadi sembilan kasus, demikian menurut keterangan pers dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan.
Pasien yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan berusia dari di bawah 10 hingga lebih dari 70 tahun, ditemukan selama pengujian di komunitas di mana kasus pertama DBD dilaporkan pada 7 September, jelas CDC.
Dalam menanggapi kasus awal, otoritas kesehatan Kaohsiung telah menyemprotkan insektisida dan mengadakan pengujian pada 806 warga pada 9-10 September, di mana dua di antaranya ditemukan positif pada hari Sabtu dan empat pada hari Minggu, kata CDC, menambahkan bahwa semua dari tujuh kasus di Distrik Cianjhen itu kemungkinan terkait.
Dengan demikian, sejauh tahun ini, Taiwan telah mencatat sembilan kasus DBD dalam negeri, termasuk tujuh di Kaohsiung dan dua di Taichung, serta 31 kasus tertular di luar negeri, di mana 18 di antaranya berasal dari Vietnam.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demam berdarah dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang tersebar luas di daerah tropis. Sebagian besar pasien terinfeksi tidak menunjukkan gejala, atau hanya mengalami gejala seperti flu ringan, tapi dalam kasus yang jarang DBD dapat menyebabkan komplikasi termasuk pendarahan parah, kerusakan organ, dan kebocoran plasma.
Taiwan mengalami wabah DBD skala besar di Kota Tainan di selatan pada tahun 2015, yang mengakibatkan lebih dari 40.000 kasus yang dikonfirmasi dan 218 kematian, menurut data CDC.
Mengingat prakiraan cuaca hujan untuk minggu ini, CDC pun menyarankan masyarakat untuk sangat waspada membersihkan genangan air di mana nyamuk suka bertelur.