History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mulai September New Taipei City Laksanakan Penyidikan Rokok Terhadap Sekolah SMP & SMA

  • 23 August, 2014
  • Editor
Mulai September New Taipei City Laksanakan Penyidikan Rokok Terhadap Sekolah SMP & SMA
Walikota New Taipei City, Eric Chu

   (Taiwan, ROC) – Ketua Biro Pendidikan Pemerintah New Taipei City, Lin Teng-chiao, pada hari Jumat tanggal 22 Agustus lalu mengatakan bahwa sejak dibukanya kembali masa kurikulum sekolah bulan September mendatang, maka semua sekolah SMP, SMA dan sekolah kejuruan, baik swasta maupun nasional, yang berada di kawasan New Taipei City, akan dilengkapi dengan alat deteksi gas CO. alat pendeteksi tersebut bertujuan untuk melakukan penyidikan terhadap kebiasaan merokok yang terjadi pada para pelajar. Hal tersebut bertujuan untuk menghentikan kebiasan merokok yang telah ada, mencegah dan menghindari para pelajar dari masalah penggunaan obat-obatan terlarang sejenis narkoba.

   Kepala Kantor Keamanan Sekolah Biro Pendidikan Pemerintah New Taipei City, Peng Yun-hwa menjelaskan bahwa alat pendeteksi gas CO bentuknya hampir sama dengan alat pendeteksi kadar alkohol pada manusia, yakni mendeteksi kadar gas CO yang ada dalam udara yang dihembuskan oleh manusia. Dengan demikian dapat ditelusuri apakah yang bersangkutan merokok atau tidak. Karena sekolah merupakan kawasan bebas rokok, selain itu dari data statistik juga menunjukkan hubungan yang dekat antara kebiasaan merokok dengan penggunaan obat-obatan terlarang. Dari data disebutkan bahwa banyak angkatan pelajar muda yang memiliki kebiasaan merokok, akan mudah terjerumus dalam penggunaan rokok narkoba sejenis ketamine. Dengan adanya alat pendeteksi kadar CO, maka dapat mencegah kawasan sekolah terkontaminasi dengan obat-obatan terlarang.

   Peng Yun-hwa mengatakan bahwa Biro Pendidikan telah memesan sebanyak 125 buah alat pendeteksi kadar gas CO, dan akan dibagikan kepada setiap sekolah yang berada di kawasan New Taipei City. Namun Biro Pendidikan juga tidak memberikan peraturan kepada setiap sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap siswa pelajar di depan gerbang sekolah, hanya disarankan dipergunakan takkala tercium bau rokok atau saat ada yang melapor tentang kemungkinan merokok di dalam kawasan sekolah. Berkenaan dengan waktu pelaksaan penyidikan dan durasi pemeriksaan, semuanya diserahkan kepada kebijaksanaan masing-masing sekolah yang bersangkutan.

   Pheng juga menambahkan, jika pihak sekolah menemukan ada pelajar yang kedapatan kadar gas CO melebihi batas wajar, maka pihak sekolah bisa mengambil keputusan sendiri apakah akan dilanjutkan dengan pemeriksaan air seni berkenaan dengan penggunaan obat-obatan terlarang. Keputusan pemeriksaan terkait dengan narkoba dalam kawasan sekolah, semuanya juga diserahkan kembali kepada kebijaksaaan masing-masing sekolah yang ada.

   Namun terkait dengan kebijaksaan penyidikan kebiasaan merokok yang akan diadakan tersebut, banyak pihak yang tidak dapat menerima, termasuk berbagai organisasi hak azazi manusia. Penyidikan tersebut dianggap telah mematenkan pelajar sebagai pengguna narkoba. Bahkan Yayasan Dong Anti Rokok juga mencela kebijaksanaan tersebut. Yayasan Dong menganggap bahwa kebijaksanaan tersebut tidak akan membantu mematikan peredaran narkoba, minim akan unsur pendidikan, berlawanan dengan cara pencegahan yang selama ini dilakukan, karena para pelajar juga merupakan korban, sehingga kebijaksanaan tersebut dinilai tidak akan berhasil baik.

Komentar

Terbarumore