(Taiwan, ROC) – Elon Musk, orang terkaya di dunia dan pendiri pembuat mobil listrik terkenal Tesla, sebelumnya tersiar berita jika dirinya akan membeli platform media social Twitter seharga US$ 44 miliar, tetapi kemudian menyesal dan mengundurkan diri, dimana kemudian berlanjut dengan pertempuran di meja hukum dengan pihak Twitter.
Media AFP melaporkan bahwa Elon Musk memasukkan biaya “tutup mulut” Twitter dalam laporannya pada tanggal 9 September, sebagai salah satu bagian dari daftar alasan mengapa dia menyerah untuk membeli platform media social Twitter tersebut.
Dalam surat penghentian proses pembelian yang diajukan kepada Twitter, Elon Musk menuduh Twitter tidak memberi tahu kepada dirinya pada bulan Juni lalu berkenaan dengan dana senilai jutaan dollar sebagai uang pesangon yang harus dibayarkan kepada Kepala Keamanan Informatika Twitter Peiter Zatko yang akan segera keluar dari Twitter.
Peiter Zatek mengungkapkan kepada publik bahwa kepemimpinan Twitter memberikan informasi yang menyesatkan dewan direksi dan regulator pemerintah tentang kelemahan keamanan sistem di dalamnya, termasuk adanya beberapa pihak yang dapat membuka pintu bagi pengintai asing, upaya peretasan, dan disinformasi.
Menurut laporan media, Twitter membayar Peiter Zatek sebesar US$ 7 juta untuk membuatnya diam dan membatasi dia berbicara di depan umum tentang pengalamannya di Twitter atau sikap meremehkan perusahaan.
Pengacara Elon Musk menjelaskan bahwa Elon Musk tidak diminta memberikan pernyataan persetujuan sebelum proses pembayaran uang pesangon kepada Peiter Zatek. Dimana hal ini telah menjadi sebuah pelanggaran dengan merujuk kepada dasar hukum yang disepakati pada saat penandatanganan perjanjian akuisisi di bulan April lalu.
Namun pihak Twitter tidak setuju. Pengacara Twitter, William Savitt, mengatakan, "Teman-teman saya tampaknya berdebat bahwa Twitter seharusnya tidak perlu memberi tahu Elon Musk bahwa mantan karyawan yang tidak puas telah membuat berbagai tuduhan yang telah diselidiki dan diperhitungkan. Terbukti, tidak berharga".
Sementara itu, hingga kini pihak Twitter tidak memberikan pernyataan atau komentar apapun berkenaan dengan laporan Elon Musk tanggal 9 September lalu.=
Dalam surat penghentian aslinya, Elon Musk mengatakan kesepakatan akuisisi itu dibatalkan karena Twitter memberikan informasi yang menyesatkan dirinya, khususnya tentang jumlah spam, akun bot di platform. Namun Twitter membantah tuduhan tersebut.
Gugatan antara Elon Musk dan Twitter telah ditetapkan akan menjalani proses persidangan lima hari di pengadilan Delaware pada 17 Oktober mendatang.