(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano, negara sahabat diplomatik Taiwan di Samudera Pasifik dalam kunjungannya di Taiwan hari ini (9/9) mengadakan pertemuan dengan Ketua Dewan Suku Adat, Icyang Parod, kedua belah pihak membahas perkembangan forum Austronesia dan kebijakan strategi suku adat Taiwan di masa mendatang. Icyang Parod selain menyampaikan terima kasih atas waktu yang diluangkan Perdana Menteri Kausea Natano untuk mendatangi Dewan Suku Adat sebelum meninggalkan Taiwan, ia juga menyampaikan akan terus memperdalam kerja sama dan berbagi nilai suku adat Taiwan.
Ketua Dewan Suku Adat, Icyang Parod bertemu dengan Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano dan rombongan delegasi pada hari ini, tanggal 9 September 2022, pertemuan diawali dengan pertunjukan tarian tradisional. Dalam kata sambutannya Icyang Parod mengemukakan, sejak ia menjabat sebagai ketua Dewan Suku Adat pada Juli 2017, juga sempat bertemu dengan Kausea Natano yang pada saat itu masih berstatus anggota kongres Tuvalu, jadi pertemuan hari ini adalah pertemuan mereka yang kedua.
Selain menyambut kedatangan delegasi Kausea Natano dengan tangan terbuka lebar, Icyang Parod juga menyampaikan bahwa sebelumnya Tuvalu telah mencanangkan program kerja sama pertukaran seni budaya, pelatihan pelajar Tuvalu yang ada di Taiwan, di masa mendatang akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama bilateral terkait.
Pada kesempatan ini Perdana Menteri Kausea Natano menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Dewan Suku Adat, yang meskipun saat ini merupakan liburan Festival Pertengahan Musim Gugur di Taiwan tetapi tetap menerima kedatangan delegasi mereka. Selain itu mendapat penyambutan penghormatan dengan upacara militer dan dapat melakukan pembahasan nilai-nilai kebersamaan dan adat istiadat suku adat Taiwan – Tuvalu dengan Presiden Tsai Ing-wen membuatnya merasa terhormat. Kausea Natano menyampaikan, Organisasi Masyarakat Suku Adat Samudera Pasifik menyambut dengan sangat senang hati atas dana yang disediakan Dewan Suku Adat Taiwan untuk membantu “Krisis Perubahan Iklim” yang diusungnya, berharap Dewan Suku Adat akan mengutus delegasi saat organisasi mengadakan rapat pertemuan.