(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Su Tseng-chang kemarin memimpin pertemuan “laporan manajemen bahan kimia nasional” ke-2, ia menyampaikan, menghadapi elemen yang merusak situasi dalam negeri atau serangan musuh asing berkemungkinan memanfaatkan bahan kimia, materi yang berbahaya untuk merusak, maka terkait dengan hal ini meminta agar setiap unit instansi wajib meningkatkan kesadaran akan krisis ini.
Pers rilis yang dikeluarkan Yuan Eksekutif kemarin malam (7/9) menyampaikan, mengenai pengawasan bahan kimiawi, barang yang riskan maka PM Su Tseng-chang dalam rapat pertemuan mengatakan, Ditjen Perlindungan Lingkungan (EPA) telah mengadopsi 4 arah tindakan diantaranya inventarisir, pengawasan, pemeriksaan dan pelatihan, dan bulan Februari tahun ini merumuskan pedoman referensi penanganan, penyimpanan dan pengelolaan bahan (barang) kimia abnormal yang berbahaya”, yang disediakan kepada berbagai instansi dan aparat penegak hukum pemda setempat untuk dipatuhi.
Ia mengatakan, EPA pada awal Agustus pertama kali telah menyelesaikan inventarisasi 1.067 gudang penyimpanan swasta yang dinilai riskan, serta memantau operasional industri logistik, gudang dan lokasi kontainer sementara yang ada dalam area 6 pelabuhan utama, mengintegrasikan 9 sistem, membangun sistem informasi bahan kimiawi berbahaya agar dapat mempermudah memantau informasi tentang kuota, volume penyimpanan bahan kimiawi berbahaya di zona panas.
PM Su Tseng-chang juga mengingatkan, mengatasi hal ini maka setiap unit instansi perlu meningkatkan kewaspadaan, sementara untuk membantu instansi lainnya dalam menilai bahan kimia berbahaya yang tidak jelas, PM Su mengatakan bahwa biro urusan zat beracun dan kimia (TCSB) mengemban tugas sebagai jendela layanan terpadu yang memberikan informasi dan saran.
Selain itu, PM Su Tseng-chang meminta agar Kemenko berlanjut melakukan pengawasan pada industri dan pabrik kimia berskala besar, mencari potensi risiko, mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan, meningkatkan kemampuan menanggapi bencana kimia melalui pelatihan gabungan, serta memanfaatkan sistem informasi manajemen bahan kimia dan pencegahan bencana yang ditetapkan oleh TCSB.
Beliau juga meminta agar Kemenko sepenuhnya memantau laporan dari pabrik mengenai barang kimia berbahaya termasuk laporan kuota yang berlebihan sebagai antisipasi kejadian bencana maka petugas garda terdepan bisa memahami situasi yang ada, meningkatkan kemampuan mereka dalam penanganan bencana yang ditimbulkan dari bahan kimia.