(Taiwan, ROC) - Lebih dari 40% responden sebuah survei di Taiwan melaporkan bahwa mereka mengalami stres secara langsung atau tidak langsung akibat pandemi COVID-19 pada bulan Juni.
Menurut survei Pusat Pencegahan Bunuh Diri Taiwan (TSPC) yang dirilis pada hari Minggu, 44,4% responden mengatakan mereka pernah merasakan stres yang dibagi menjadi beberapa kategori berbeda, termasuk tekanan dari pekerjaan, masalah keuangan, dan kehidupan sehari-hari.
TSPC menerangkan, survei tersebut dilakukan pada bulan Juli, menanyakan 2.101 responden berusia 15 tahun ke atas melalui wawancara telepon apakah pandemi memengaruhi mereka secara emosional selama sebulan terakhir.
Di antaranya, 23,7% mengatakan mereka mengalami tekanan pekerjaan dan keuangan akibat COVID-19, sementara 23,4% mengatakan mereka merasakan stres dalam kehidupan sehari-hari akibat pandemi.
Hasil survei kali ini khusus diumumkan dalam sebuah acara temu pers pada hari Minggu untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, yang jatuh pada 10 September.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) yang juga menghadiri acara tersebut mengatakan bahwa jumlah kematian akibat bunuh diri di Taiwan telah menurun setiap tahun sejak 2006, dan keluar dari daftar 10 penyebab utama kematian di Taiwan pada 2010.
Pada tahun 2021, lanjut Hsueh, sejumlah 3.585 orang bunuh diri, berkurang 1,9% dari tahun sebelumnya.
Namun, data TSPC menunjukkan peningkatan dua kelompok, yakni kaum muda berusia 15-24 dan lansia berusia 65 tahun ke atas, yang bunuh diri pada tahun lalu dibandingkan dengan 2020.
Direktur Asosiasi Bunuh Diri Taiwan Wu Chia-yi (吳佳儀) memperingatkan pada konferensi pers bahwa lebih banyak perhatian perlu diberikan kepada kedua kelompok ini, termasuk rujukan tepat waktu ke spesialis untuk konseling atau perawatan.
Sekedar informasi, mereka yang membutuhkan konseling atau bantuan dapat menghubungi hotline 1925, 1995 atau 1980.