(Taiwan, ROC) -- Advokat Hak Asasi Manusia Uighur dan Ketua Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat, Nury A. Turkel hari ini (1/9) dalam peluncuran buku “No Escape” yang diselenggarakan Taiwan Foundation for Democracy bersama Radio Taiwan Internasional, membicarakan mengenai Taiwan yang mendapat beragam tekanan dan ancaman dari Tiongkok, jangan mudah percaya dengan perkataan Tiongkok dan mengimbau serta mendukung rakyat Taiwan untuk tetap berdiri pada posisi berani membela kebebasan diri.
Ketua Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat, Nury A. Turkel, dalam acara peluncuran buku barunya membicarakan tentang berbagai genosida yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap warga Uighur di Xinjiang, selain penindasan fisik, juga dengan paksa memisahkan kanak-kanak dengan orang tua mereka, serta melakukan perencanaan sterilisasi perempuan Uighur yang mengakibatkan menurun drastisnya populasi Uighur, untuk itu Nury A. Turkel mengimbau masyarakat internasional untuk bangkit dan melawan tindakan pemerintah Tiongkok ini.
Mengenai depotisme Partai Komunis Tiongkok, Nury A. Turkel mengimbau agar warga Taiwan harus menyadarinya dengan menyaksikan Hongkong dan melihat Xinjiang, jangan sekali-kali memiliki ilusi tentang pemerintah Tiongkok, harus agresif meraih demokrasi dan kebebasan. Nury A. Turkel mengatakan, “Untuk itu rakyat Taiwan harus memahami dan mewaspadai kekejaman Tiongkok, segala sesuatu bisa saja terjadi. Rakyat Taiwan juga harus memahami akan layaknya memperjuangkan demokrasi, ini adalah masa depan kita.”
Nury A. Turkel juga membicarakan bahwa ia dilahirkan di sebuah tahanan selama masa revolusi kebudayaan, dan yakin apa yang dapat kita lakukan sekarang ini adalah agar semakin banyak orang dapat mengetahui tragisnya situasi kamp pengasingan di Xinjang, selain itu memboikot produk-produk Tiongkok yang diproduksi dengan mengeksploitasi tenaga kerja, ini semua merupakan cara untuk dapat membantu orang Uighur.