(Taiwan, ROC) -Medical Fair Asia - Singapura diselenggarakan mulai 31 Agustus 2022, pameran offline yang merupakan perdana sejak merebaknya pandemi COVID 19 ini mengundang 700 perusahaan, untuk Taiwan sendiri juga mengikutsertakan 64 perusahaan medisnya.
Medical Fair Asia yang berlangsung 2 tahun sekali ini memamerkan peralatan dan perlengkapan medis terbesar di Asia Tenggara memasuki tahun ke-14 pada tahun 2022 ini. Pameran yang berlangsung secara bergilir, kali ini berlangsung di Sands Expo & Convention Center selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2022, dan akan dilanjutkan dengan pameran secara online pada tanggal 3 – 9 September 2022. Dampak dari pandemi sehingga pada tahun 2020 kemarin pameran hanya berlangsung secara online.
Panitia penyelenggara menyampaikan, peserta yang pameran kali ini terdiri dari 700 perusahaan yang datang dari 50 negara dan kawasan. Biro Perdagangan Luar Negeri Eksternal Taiwan (TAITRA) mengemukakan, kali ini turut berpartisipasi 64 perusahaan dari Taiwan, merupakan yang terbesar ketiga negara peserta, dari TAITRA sendiri mengandeng 31 perusahaan membentuk Paviliun Taiwan dan Paviliun Produk Pilihan Taiwan. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Singapura Gan Kim-yong (顏金勇), Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Singapura ada hari pertama pameran Francis Liang (梁國新) dan yang lainnya turut hadir meramaikan pameran di hari pertama. Francis Liang menyampaikan, produk Taiwan sangat unggul juga memiliki daya saing di pasar internasional, untuk itu sangat senang dapat mengambil kesempatan ini membuka peluang pasar internasional.
Dalam Pavilion Produk Pilihan Taiwan juga menghadirkan produk-produk yang meraih penghargaan. TAITRA mengemukakan, ini merupakan untuk perdana produk unggulan Taiwan dipamerkan dalam Medical Fair Asia.
TAITRA juga menyampaikan, nilai produk medis Taiwan yang diekspor ke Singapura semakin meningkat, dari US$39,08 juta pada tahun 2018 meningkat menjadi US$56,38 pada tahun 2021 lalu, angka ekspor ini menempati urutan ke-3 negara Asia Tenggara, setelah Indonesia dan Vietnam.