History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wacana Penjualan Senjata ke Taiwan, AS: Terus Mendukung Pertahanan Taiwan

  • 31 August, 2022
  • 曾秀情
Wacana Penjualan Senjata ke Taiwan, AS: Terus Mendukung Pertahanan Taiwan
Wacana Penjualan Senjata ke Taiwan, AS Terus Mendukung Pertahanan Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Media Amerika Serikat mewartakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden tengah mewacanakan untuk meminta pihak Kongres menyetujui penjualan senjata ke Taiwan dengan nilai mencapai US$ 1,1 miliar. Penjualan senjata di atas termasuk 60 rudal AGM-84L Harpoon Block II dan 100 rudal AIM-9X Block II Sidewinder. Media bersangkutan juga menyebutkan, pihak Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS menolak untuk memberikan konfirmasi saat ditemui pada tanggal 30 Agustus 2022. Otoritas setempat menekankan, AS akan terus mendukung pertahanan diri Taiwan dengan tetap mengikuti ketetapan dalam UU Hubungan Taiwan.

Pada tanggal 29 Agustus 2022, media politik AS, Politico mengutip pertanyaan seorang sumber yang menuturkan bahwa wacana penjualan senjata kali ini meliputi 60 rudal AGM-84L Harpoon Block II dan 100 rudal AIM-9X Block II Sidewinder. Media bersangkutan menyampaikan, wacana penjualan senjata ini baru memasuki tahap awal, dan masih harus menunggu pengumuman dari pemerintahan Presiden Joe Biden, sebelum nantinya ditandatangani dan disetujui oleh para pemimpin kedua partai di tingkat Senat dan Komite Urusan Luar Negeri DPR.

Ketika ditanya perihal wacana tersebut, Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre dan Wakil Juru Bicara Kepala Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel menolak memberikan keterangan apa pun. Vedant Patel menyampaikan, sebelum resmi diberitahukan kepada pihak Kongres, maka otoritas berwenang tidak akan melakukan konfirmasi atau memberikan komentar terbuka perihal wacana penjualan senjata. Namun demikian, kedua petinggi di atas menekankan, Amerika Serikat akan terus menghormati komitmen mereka untuk mendukung pertahanan diri Taiwan, dengan tetap mematuhi ketetapan dalam UU Hubungan Taiwan. Semenjak menjabat pada bulan Januari tahun lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden telah menjual senjata ke Taiwan sebanyak 5 kali, dengan total nilai mencapai US$ 1,173 miliar.

Jika wacana penjualan senjata di atas benar adanya, maka ini akan menjadi program penjualan senjata terbesar semenjak Joe Biden menjabat Presiden AS. Setelah krisis Ukraina – Rusia pecah pada bulan Februari lalu, pihak luar mulai menaruh perhatian mereka terhadap kondisi di Selat Taiwan. Tidak sedikit dari mereka yang mencemaskan bahwa Taiwan akan menjadi Ukraina berikutnya, apalagi Tiongkok belakangan ini kian agresif dalam melancarkan intimidasinya. Beberapa anggota parlemen AS mendesak pemerintah Joe Biden untuk mempercepat proses penjualan senjata ke Taiwan. Militer Taiwan belakangan ini diberitakan menggunakan senjata beramunisi dalam melawan drone milik Tiongkok, yang sudah mengganggu zona pertahanan di Pulau Matsu dan Kinmen.

Menanggapi hal itu, Vedant Patel menyampaikan, Tiongkok telah bereaksi berlebihan dan membuat banyak tindakan provokatif di wilayah bersangkutan, terutama dalam minggu-minggu belakangan. Vedant Patel menuturkan, AS telah menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk memicu timbulnya krisis. AS juga menekankan, pihaknya akan senantiasa mematuhi peraturan internasional, guna menjalankan tugas mereka sebaik mungkin pada masa mendatang. AS akan tetap mendukung Taiwan, dan pada saat yang sama juga akan menjaga kelancaran komunikasi dengan pihak Tiongkok.

Komentar

Terbarumore