History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menghormati Keberagaman, Presiden Tsai Ing-wen: Kebebasan Beragama Adalah Hak Universal

  • 30 August, 2022
  • 尤繼富
Menghormati Keberagaman, Presiden Tsai Ing-wen: Kebebasan Beragama Adalah Hak Universal
Menghormati Keberagaman, Presiden Tsai Ing-wen: Kebebasan Beragama Adalah Hak Universal

(Taiwan, ROC) --- 2022 Regional Religious Freedom Forum dihelat oleh Yayasan Demokrasi Taiwan bersama American Institute in Taiwan (AIT) dan Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada tanggal 30 Agustus 2022. Pelaksanaan forum ini juga menjadi ajang untuk memperlihatkan kepedulian dari kelompok atau individu yang tertindas oleh rezim otoriter.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, kebebasan beragama adalah hak universal setiap insan dunia. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, hak ini kian mendapat ancaman dari rezim otoriter. Taiwan yang berada di garis terdepan dalam membela prinsip demokrasi, berjanji untuk terus mempromosikan kebebasan beragama di dalam dan luar negeri.

Presiden Tsai menuturkan, Taiwan memahami pentingnya keberagaman, serta mendorong semua lapisan masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah, guna melindungi kebebasan dan Hak Asasi Manusia.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Tujuan kami adalah untuk menciptakan dunia, di mana tidak ada seorang pun yang harus dianiaya karena keyakinan dan identitas agama mereka. Melalui keberagaman dan memadukan perbedaan, maka dapat membawa kemakmuran bagi bangsa.”  

Dalam pidatonya, Ketua AIT, Sandra Oudkirk mengutip Laporan Kebebasan Beragama Internasional yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri yang memperlihatkan bahwa kebebasan beragama adalah nilai dan hak fundamental yang dilindungi oleh Amerika Serikat. AS berkomitmen untuk memberikan kontribusi maksimal, sehingga kehidupan bermasyarakat dapat tercipta lebih baik.

Sandra Oudkirk menambahkan, Taiwan adalah objek penelitian yang baik untuk hal ini, misal Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzu Chi dan Gereja Presbiterian, yang turut memberikan kontribusi positif dalam konteks kebebasan beragama.

Sandra Oudkirk mengatakan, “Taiwan telah berhasil memberikan perlindungan hukum dan penghormatan terhadap perluasan kebebasan beragama. Hadirnya kelompok keagamaan yang beragam telah membawa banyak manfaat positif bagi Taiwan dan dunia.”

Menanggapi pelaksanaan forum kali ini, Ketua AIT, Sandra Oudkirk menyampaikan, ini adalah kesempatan untuk saling belajar antar satu dengan yang lain, terutama saat semua pihak berkomitmen untuk mempromosikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Forum ini dapat berfungsi sebagai platform bagi para penyintas penindasan agama, dan bekerja sama untuk menjaga kebebasan beragama di kawasan Indo-Pasifik.

Komentar

Terbarumore