History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tiga Jenazah yang Ditemukan di Apartemen Kamboja Dikonfirmasi Adalah Warga Taiwan

  • 29 August, 2022
  • 陳志勇
Tiga Jenazah yang Ditemukan di Apartemen Kamboja Dikonfirmasi Adalah Warga Taiwan
Kepala Kantor Polisi Tainan Chiou Sian-liang (邱顯良)

(Taiwan, ROC) - Tiga orang yang ditemukan tewas di sebuah apartemen di Phnom Penh, Kamboja pada hari Minggu, semuanya adalah warga Taiwan, demikian dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari Senin.

MOFA mengatakan Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Kota Ho Chi Minh telah menghubungi pemerintah Kamboja untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kematian tiga pria Taiwan tersebut.

Menurut Kamboja China Times berbahasa Mandarin, tiga jenazah ditemukan dengan luka tembak pada hari Minggu di sebuah apartemen di Phnom Penh, dan polisi juga menemukan pistol Glock 19 dengan 41 peluru.

Pada konferensi pers pada hari Senin, Kepala Kantor Polisi Tainan Chiou Sian-liang (邱顯良) mengatakan, ketiga pria itu diyakini sebagai warga Tainan yang memiliki catatan kriminal dan telah pergi ke Kamboja masing-masing pada bulan Februari, Juli dan Agustus.

Chiou mengatakan kantor polisi telah menghubungi keluarga dari tiga pria yang diyakini telah terbunuh dan sedang menunggu panduan dari MOFA tentang bagaimana melanjutkan masalah ini.

Sementara itu, MOFA mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan memberikan bantuan kepada keluarga setelah identitas para pria telah dikonfirmasi.

Juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) mengingatkan bahwa Taiwan mempertahankan peringatan perjalanan berwarna merah, tertinggi dalam skala tiga tingkat, untuk Kamboja sejak November lalu, karena masalah keamanan publik dan maraknya penipuan pekerjaan di negara itu.

Ou mengingatkan, ada banyak laporan tentang operasi sindikat penipuan di Kamboja, di mana orang-orang telah dipancing untuk bekerja dengan upah dan insentif tinggi, tapi hanya mengetahui bahwa pekerjaan itu ada di perjudian online ilegal dan bisnis penipuan lainnya setelah tiba di Kamboja.

Komentar

Terbarumore