(Taiwan, ROC) - Badan Sumber Daya Air (WRA) sedang mempersiapkan operasi penyemaian awan di beberapa lokasi di Taiwan untuk membantu meningkatkan curah hujan di tengah kekhawatiran kekurangan air, terutama di sejumlah kawasan di Taiwan utara.
Melalui sebuah keterangan pers yang dirilis pada hari Minggu, WRA menerangkan bahwa sebuah tim tanggap bencana telah dibentuk pada hari Sabtu. Dengan tugas menangani perencanaan kebijakan untuk mengatasi kemungkinan kekeringan, tim tersebut memutuskan untuk segera memulai operasi penyemaian awan.
Pada hari Minggu, WRA memberitahukan kantor manajemen Waduk Shimen, Waduk Feitsui, Waduk Xishi dan Bendungan Gongliao di Taiwan utara dan Waduk Tsengwen di selatan untuk siap-siap menjalani operasi penyemaian awan dan mengantisipasi badai petir di sore hari.
Menurut Biro Cuaca Sentral (CWB), curah hujan rata-rata di Taiwan pada bulan Juli adalah 8,3 cm, turun 63,9% dari tahun sebelumnya dan terendah untuk Juli sejak 2008, sebagian karena tidak ada taifun yang mendarat pada bulan ini.
Curah hujan yang relatif rendah sejak Juli berdampak sangat serius pada Waduk Xinshan, yang melayani Keelung dan Distrik Xizhi di New Taipei, merendahkan cadangannya menjadi hanya 37,3% dari kapasitasnya. Akibatnya, WRA telah mengeluarkan peringatan kekurangan air berwarna "kuning" untuk Keelung dan Xizhi yang akan mulai berlaku 3 September, yang berarti tekanan air ledeng di area tersebut akan diturunkan mulai pukul 23:00 malam sampai pukul 5:00 pagi setiap hari.
WRA juga memberlakukan peringatan berwarna "hijau" pada hari Sabtu untuk seluruh New Taipei, Taoyuan dan Tainan, yang berarti orang-orang di daerah ini harus waspada terhadap kemungkinan kekurangan air.
Berdasarkan sistem peringatan kekurangan air empat warna WRA, level terendah adalah hijau, diikuti oleh kuning, oranye dan level paling parah, merah.