(Taiwan, ROC) -- Kedatangan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan membuat RRT merasa tidak puas dan melakukan latihan militer di sekitar Taiwan, Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Prancis, Wu Chih-chung (吳志中) karena membela kedaulatan Taiwan saat menerima wawancara dari Media Prancis sehingga memicu Kedutaan Besar RRT untuk Prancis secara terbuka meminta pihak Prancis untuk menahannya. Wu Chih-chung ketika menerima wawancara khusus “Radio Taiwan Internasional Seksi Bahasa Prancis” membeberkan bahawa dalam satu pekan setelah kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, ia telah menerima wawancara dari 20 media Prancis, ini merupakan hal yang langka, juga menunjukan bahwa duni mulai memerhatikan ancaman RRT terhadap Taiwan, sedangkan protes dari pihak RRT juga memperlihatkan perhatian yang didapatkan Taiwan telah membuat kekhawatiran bagi RRT.
Kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan dan setelahnya RRT mencanangkan latihan militer di sekitar Taiwan telah menjadi perhatian dunia, laporan-laporan dari media-media utama dengan artikel yang besar, seperti media Prancis yang tidak saja menjadikannya sebagai berita utama, bahkan Kepala Kantor Perwakilan ROC untuk Prancis Wu Chih-chung juga menjadi objek wawancara yang sangat diminati media, Wu Chi-chung dalam sebuah wawancara khsuus media Prancis sempat berdebat dengan para sarjana dan tamu karena dengan tegas membela kedaulatan Taiwan sehingga memberikan kesan yang mendalam, bahkan telah menarik ketidakpuasan dari Kedutaan Besar RRT untuk Prancis, dan secara terbuka meminta pihak Prancis untuk menahan tindakan dan kata-kata Wu Chih-chong.
Wu Chih-chung dalam wawancara khususu RTI seksi Prancis pada tanggal 22 Agustus membeberkan, setelah kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, dia baru pertama kali menerima wawancara dari begitu banyak media Prancis, terlebih untuk media radio maupun televise. Wu Chih-chung menyampaikan, sebelumnya kebanyakan yang mewawancarai dia adalah majalah, tetapi dalam satu minggu sejak kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, sudah ada sekitar 20 media yang mewawancarainya, ini merupakan hal yang langka.
Wu Chih-chung merasa, ini karena ancaman RRT telah menjadi perhatian dunia dan Prancis, pada saat setiap orang menginginkan damai, tidak ada orang yang ingin perang, Sejak Ukraina yang diinvasi Rusia, hal ini telah membuat orang mulai merasa khawatir RRT melakukan keputusan yang tidak rasional, masalah ini telah membuat dunia mulai mengerti.
Terkait Duta Besar RRT untuk Prancis, Lu Sha-ye yang kerap mengkritik Taiwan dalam wawancara atau artikel yang ditulisnya, serta menghalangi pertukaran antara politisi Prancis dengan Taiwan, Wu Chih-chung juega mengemukakan bahwa Prancis sudah pasti menyadari, Menteri Luar Negeri Prancis juga menyampaikan rasa tidak puasnya pada Lu Sha-ye, ini merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Wu Chih-chung menyampaikan, Taiwan tidak ingin menjadikan Prancis berada di tengah antara perseteruan Taiwan dan RRT, kami sangat berkeinginan untuk berkomunikasi, membicarakan kebenaran sejarah, membicarakan pentingnya Taiwan terutama pentingnya Taiwan dalam industri semikonduktor.
Sejak Oktober 2021 hingga sekarang, sudah ada tiga delegasi parlemen Prancis yang berkunjung ke Taiwan, dan delegasi lainnya dijadwalkan akan mengunjungi Taiwan pada September mendatang. Pada saat yang sama, delegasi legislator yang dipimpin oleh Presiden Legislatif Taiwan Yuan You Si-kun mengunjungi Republik Ceko dan Lithuania dan juga mengunjungi Prancis pada Juli lalu. Mengenai perkembangan hubungan Taiwan-Prancis di kedepannya, Wu Chih-chung juga yakin jika tidak dapat menggunakan saluran pejabat, hubungan Taiwan-Prancis juga dapat diperkuat melalui pertukaran anggota parlemen. Dia menekankan bahwa di komunitas masyarakat Tionghoa, hanya legislator Taiwan yang dipilih langsung oleh rakyat, sehingga dapat memberikan harapan bagi masyarakat berbahasa Mandarin, dan legislator-legislator ini terus mendapat undangan ke Prancis atau ke negara lainnya, juga juga penting strategis bagi legislator ini untuk terus diundang ke Prancis atau negara lain, ini juga menjadi strategi penting.