(Taiwan, ROC) – Terkait masyarakat Taiwan yang tertipu akan lowongan kerja ke Kamboja, Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Huang Ming-chao (黃明昭) pada hari ini (19/8) mengemukakan, hingga pagi hari ini, kantor polisi masing-masing kabupaten dan kota telah menerima laporan sebanyak 420 kasus, 46 orang di antaranya dapat kembali ke Taiwan dengan selamat, dan sisanya masih dalam penyelidikan. Dirinya mengemukakan, unit kepolisian Taiwan telah bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta unit penegak hukum Thailand, akan bersama-sama melakukan penyapuan dan penyelamatan.
Menanggapi banyaknya kasus masyarakat Taiwan yang terbujuk untuk bekerja ke Kamboja dan menjadi korban kekerasan, penahanan, atau perdagangan manusia, Badan Kepolisian Nasional pada pagi hari ini menggelar konferensi pers, dan menjelaskan situasi penyelidikan dan penyapuan.
Direktur Jenderal Badan Kepolisian Nasional Huang Ming-chao (黃明昭) menunjukkan, Badan Kepolisian Nasional saat ini telah melakukan penyelidikan terhadap 4.679 orang yang masih berada di Kamboja dan belum kembali, serta telah mengidentifikasi sebanyak 208 korban secara proaktif, yang mana semuanya telah diajukan untuk penyelidikan. Hingga pada hari ini, masing-masing kantor polisi kabupaten dan kota telah menerima laporan sebanyak 420 kasus, 46 orang di antaranya dapat kembali ke Taiwan dengan selamat, dan 364 kasus yang lain sedang diselidiki oleh kejaksaan setempat. Dalam 20 kasus perdagangan manusia yang diselidiki baru-baru ini, total 67 orang dibawa ke pengadilan, 22 di antaranya diputuskan untuk ditahan, dan 4 kasus sebanyak 5 orang memiliki latar belakang geng.
Mengenai apakah ada kejahatan serupa di negara lain selain Kamboja, Zhang Dou-hui (張斗輝) selaku Kepala Jaksa Kejaksaan Tinggi mengemukakan, Biro Investigasi baru-baru ini memang telah mendapatkan laporan kasus yang relevan di Dubai. Dirinya menegaskan jika Kantor Kejaksaan sangat mementingkan informasi yang relevan dan akan menyelidiki kasus per kasus. Beliau juga akan menggelar pertemuan khusus pada 22 Agustus sore, serta mengundang Badan Kepolisian Nasional, Biro investigasi, dan Kantor Kejaksaan untuk membahas kebijakan dan tindakan yang relevan, serta menjelaskannya kepada publik setelah pertemuan tersebut berakhir